Petani Desa Batu Gajah bertani sambl patroli karhutla

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara

Petani Desa Batu Gajah bertani sambl patroli karhutla

Kelompok Petani Peduli Api di Desa Batu Gajah. (ANTARA/HO-)

Pekanbaru (ANTARA) - Sejumlah petani Desa Batu Gajah Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, yang tergabung dalam kelompok Petani Peduli Api binaan PT Arara Abadi telah menghimpun aset sebesar Rp600-Rp700 juta berasal dari usaha pertanian cabe dan peternakan sapi.

Ketua Kelompok Peternakan Sapi Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) APP Sinar Mas, asal Desa Batu Gajah, Wagyo (59), kepada ANTARA, Selasa, mengakui aset yang mereka miliki mencapai sebesar Rp700 juta yang berasal dari usaha peternakan sapi yang dikelola kelompoknya sejak 2016.

"Awalnya sekitar lima tahun lalu, perusahaan memberikan bantuan kemitraan bergulir enam sapi untuk enam kepala keluarga. Kini sapi tersebut berkembang dan sudah menjadi 47 ekor untuk 13 Kepala Keluarga, karena ada keluarga yang mempunyai 3 sampai 4 ekor sapi," katanya.

Wagyo mengatakan, kalau diambil rata-rata harga sapi saat ini sekitar Rp15 juta/ekor, maka nilai aset kelompok sudah mencapai sekitar lebih kurang Rp700 juta karena sapinya ada yang besar dan ada yang masih kecil.

Usaha ini, katanya, akan mereka kembangkan terus mengingat untuk pengadaan pakannya (rumput) tidak mengalami kesulitan, karena mereka bermitra dengan perusahaan untuk izin mengambil pakan ternak di Kawasan HTI (Hutan Tanaman Industri) yang dikelola Perusahaan.

"Sebagai mitra binaan perusahaan, sekaligus juga kami ikut peduli untuk berpatroli di kawasan HTI jika ada api, jadi kami juga dapat membantu perusahaan, karena perusahaan telah membantu kami," kata Wagyo juga

Ia menjelaskan, dari kotoran sapi mereka juga bisa memproduksi pupuk untuk tanaman pertanian dan perkebunan maupun perkebunan cabe dan sayuran milik masyarakat di Batu gajah.

Wagyo mengakui dirinya yang sudah 15 tahun atau sejak 2006 berdomisili di Desa Batu Gajah itu kini sudah memiliki 4 sapi berasal dari seekor sapi yang diberikan

program DMPA PT Arara Abadi.

Pada tahun 2016, perusahaan memberikan motivasi dan pemahaman kepada petani agar dalam membersihkan lahan tanpa membakar.

Penerima lainnya program bantuan kemitraan DMPA bidang holtikulura pertanian cabe, yakni Agus (48), mengaku bahwa dari hasil program DMPA selain bercocok tanam dengan membersihkan lahan tanpa membakar, ekonominya sangat terdukung karena dari seperempat hektare lahan yang diusahakannya untuk pertanian cabe, dia bisa mendapatkan penghasilan tambahan rata-rata Rp110 juta per tahun.

"Dengan modal 4.000-4.500 batang bibit cabe senilai Rp15 juta, selama empat bulan menanam cabe, saya bisa mendapatkan Rp80- Rp100 juta untuk sekali panen, dan itu belum maksimal saya lakukan dalam setahun," katanya.

Karena Desa Batu Gajah ini, katanya, menyebutkan tanahnya agak berpasir ditambah lagi faktor cuaca, maka untuk menyelinginya, dia menanam sayur-sayuran, kacang-kacangan dan tanaman buah.

"Dari hasil per tahun dari lahan seperempat hektare tadi, dengan berbagai macam tanaman yang ditanam, setelah dikeluarkan modal usaha, maka saya meraup penghasilan tambahan sebesar Rp110-Rp140 juta per tahun. Dan dari pendapatan tersebut ada yang ditabung, dan menambah aset usaha berupa lahan, kebun dan kolam ikan," katanya.

Setelah lima tahun dirinya mengikuti ikut program bantuan kemitraan DMPA dari perusahaan, yang awalnya mengambil paket pertanian cabe dengan cara Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) dari yang seperempat hektare tadi, asetnya kini sudah bertambah sebesar Rp600 juta dari hasil pengembangan tanam cabe.

"Aset tersebut berupa, tanah, kebun dan kolam ikan," kata Agus.

Karhutlamenurun

Semenjak Program DMPA dilaksanakan di Desa Batu Gajah, kasus karhutla (kebakaran hutan dan lahan) relatif tidak ada, dan masyarakat penerima program DMPA, merasa perekonomian rumah tangganya terbantu.

NJuruBicara PT Arara Abadi-APP Sinar Mas Regional Riau, NurulHuda didampingi SSD Head Perusahaan Partner Pemasok APP Sinar Mas, Jos Rinaldi menjelaskan program DMPA PT AA-APP Sinar Mas bersama salah satu mitra pemasoknya yaitu PT PSPI Distrik Petapahan bertujuan memberikan pengetahuan kepada masyarakat terutama yang berada di sekitar operasional perusahaan untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar/PLTB.

Pembukaan lahan baru untuk perkebunan dengan cara membakar selain berdampak kepada kerusakan lingkungan juga akan berdampak kepada kesehatan masyarakat serta berdampak kepada perekonomian.

"PT Arara Abadi bersama mitra pemasok APP Sinar Mas selain memberikan pengetahuan kepada masyarakat, juga mendukung masyarakat dalam mengelola lahan milik mereka dengan metode agroforestry, yakni bercocok tanam tumpang sari hortikultura (sayur dan buah), tanaman pangan, peternakan, perikanan dan alat tangkap, serta membuat tanaman industri kecil untuk olahan pangan," katanya.

DMPA juga memberikan pelatihan kewirausahaan dan pelestarian tanaman herbal kepada masyarakat lokal di sekitar areal konsesi APP Sinar Mas dan mitra di Regional Riau, khususnya untuk perempuan dapat memanfaatkan berbagi tanaman herbal.

Program DMPA APP Sinar Mas sendiri terbagi menjadi enam pilar utama yakni pemberdayaan ekonomi masyarakat, pemetaan sumber daya secara partisipatif, transfer teknologi, perlindungan dan pengawasan kawasan hutan, serta pencegahan maupun penyelesaian konflik.