Presiden Joko Widodo: Vaksin Merah Putih-Nusantara harus ikuti kaidah saintifik

id Berita hari ini, berita riau terbaru, vaksin merah putih

Presiden Joko Widodo: Vaksin Merah Putih-Nusantara harus ikuti kaidah saintifik

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) bersama Gubernur D.I Yogyakarta Sri Sultan HB X (kanan) berdialog dengan peserta vaksinasi saat meninjau vaksinasi COVID-19 massal di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Senin (1/3/2021). (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/wsj)

Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Joko Widodo menyatakan pemerintah mendukung pengembangan vaksin COVID-19 oleh inovator dalam negeri seperti Vaksin Merah Putih dan Vaksin Nusantara, namun produk farmasi tersebut tetap harus mengikuti kaidah-kaidah saintifik.

"Vaksin yang tengah dikembangkan di Tanah Air adalah vaksin Merah Putih dan Vaksin Nusantara yang terus harus kita dukung. Tapi untuk menghasilkan produk obat dan vaksin yang aman, berkhasiat dan bermutu, mereka juga harus mengikuti kaidah-kaidah saintifik," kata Presiden Jokowi dalam keterangan pers yang diunggah oleh Sekretariat Presiden, Jakarta, Jumat.

Baca juga: Presiden Joko Widodo: Pengembangan vaksin di Tanah Air harus terus didukung

Kaidah keilmuan dalam pengembangan vaksin, ujar Presiden Jokowi, harus dilakukan sesuai prosedur yang berlaku dan dilakukan terbuka, transparan dan melibatkan banyak ahli. Kaidah dan prosedur keilmuan harus diterapkan untuk membuktikan bahwa proses pembuatan vaksin telah mengedepankan unsur kehati-hatian dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

"Sehingga vaksin yang dihasilkan aman dan efektif penggunaannya," ujar Presiden.

Jika semua prosedur dan tahapan pengembangan vaksin sudah dilalui dengan benar, kata Presiden, pemerintah akan mendorong percepatan produksi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Kepala Negara kembali menekankan bahwa pemerintah selalu mendukung inovasi-inovasi yang dilakukan oleh para ilmuwan Indonesia, terlebih di saat pandemi COVID-19 ini.

"Tentu kita semuanya mendukung adanya penelitian dan pengembangan, baik itu obat maupun vaksin agar terwujud kemandirian di bidang farmasi sekaligus untuk percepatan akses ketersediaan vaksin di masa pandemi COVID-19," demikian Presiden Jokowi.

Baca juga: 619 ASN Inhu divaksin COVID-19

Baca juga: Vaksin Nusantara tidak masuk Konsorsium Riset dan Inovasi


Pewarta: Indra Arief Pribadi