Sekolah-sekolah di Amerika Serikat akan buka kembali di tengah pandemi COVID-19

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara,sekolah

Sekolah-sekolah di Amerika Serikat akan buka kembali di tengah pandemi COVID-19

Seorang pegawai menunggu untuk membantu para pelajar turun dari bus saat pembelajaran langsung dilanjutkan dengan pembatasan untuk mencegah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) di Sekolah Dasar Rover di Tempe, Arizona, Amerika Serikat, Senin (17/8/2020). (ANTARA FOTO/REUTERS/Cheney Orr/FOC/djo)

Washington (ANTARA) - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat pada Jumat akan mengeluarkan pedoman COVID-19 baru untuk sekolah-sekolah saat pemerintahan Biden berupaya memenuhi janjinya untuk mengirim sebagian besar siswa kembali ke kelas dalam 100 hari pertama.

Badan keamanan kesehatan tertinggi AS itu diharapkan memberikan panduan tentang berbagai langkah untuk mengurangi penyebaran virus di 130.000 sekolah dasar dan menengah di negara itu, seperti mencuci tangan, bermasker, menjaga jarak dan membersihkan, menurut seseorang yang mengetahui dengan masalah itu.

Baca juga: Mendikbud Nadiem Anwar Makarim sebut sekolah di daerah 3T jadi prioritas digitalisasi

Panduan tersebut juga diharapkan mencakup ventilasi di ruang kelas, pelacakan kontak, dan protokol karantina. Itu akan diumumkan secara resmi kepada wartawan pada pukul 2 siang waktu timur pada Jumat.

Tekanan untuk membuka kembali atau memperluas pemelajaran tatap muka telah meningkat karena hampir satu tahun pemelajaran jarak jauh telah merugikan 55 juta anak sekolah negeri dan keluarga mereka.

Hanya 44 persen dari distrik sekolah AS yang menawarkan pemelajaran tatap muka penuh pada Desember dan 31 persen beroperasi dari jarak jauh, menurut Center for Reinventing Public Education, yang mensurvei 477 dari hampir 13.000 distrik sekolah di negara itu. Distrik lain telah menerapkan model pemelajaran campuran di mana siswa menghadiri beberapa hari sekolah secara langsung dan beberapa secara virtual.

Studi terbaru menunjukkan bahwa ruang kelas bukanlah sarang infeksi COVID-19, memperkuat desakan untuk membuka kembali sekolah. Namun, masih harus dilihat berapa banyak distrik sekolah yang dapat mematuhi protokol kesehatan CDC yang ketat dalam mengalihkan jutaan siswa dari pemelajaran jarak jauh ke sekolah tatap muka lima hari seminggu sesuai jadwal ambisius administrasi Biden.

Presiden Joe Biden berjanji untuk membuka kembali sebagian besar sekolah dalam 100 hari setelah menjabat pada 20 Januari. Pada Minggu, dia mengatakan masalah yang timbul dari penutupan sekolah yang berkelanjutan, termasuk masalah kesehatan mental anak-anak dan keluarnya orang tua dari angkatan kerja, telah mendorong ke keadaan darurat nasional.

"Saya dapat meyakinkan Anda satu hal: Tidak ada perdebatan mengenai apakah akan membuka sekolah di sini. Ada perdebatan tentang caranya," kata penasihat virus corona Gedung Putih Andy Slavitt pada Kamis, seraya menambahkan rencana CDC akan membantu menyediakan peta jalan "untuk mulai melakukan itu dengan agresif. "

Pada Desember, CDC mengeluarkan panduan tentang pembukaan kembali sekolah yang tidak merekomendasikan sekolah untuk melakukan pemeriksaan gejala umum pada siswa tetapi mendorong orang tua untuk melakukan pemeriksaan pada anak mereka untuk gejala COVID-19.

Panduan tersebut mempromosikan kebersihan tangan dan pemakaian masker, dan menyarankan sekolah memutuskan untuk membuka kembali setelah menimbang rata-rata tes positif 14 hari masyarakat dan kemampuan mereka untuk melaksanakan rencana darurat jika siswa atau staf dinyatakan positif.

Para guru telah menyerukan vaksinasi yang lebih cepat, tetapi seseorang yang akrab dengan pemikiran CDC mengatakan pedoman yang diharapkan pada Jumat tidak akan menyarankan semua guru divaksin untuk kembali ke kelas.

Minggu lalu, direktur CDC, Rochelle Walensky, mengatakan sekolah masih dapat dibuka kembali dengan aman meskipun guru tidak divaksin, meskipun guru dianggap sebagai pekerja penting yang diprioritaskan untuk vaksinasi.

Minggu ini, Biden mengatakan para guru harus menjadi prioritas dalam mendapatkan vaksin melawan virus yang telah menewaskan lebih dari 470.000 orang Amerika.

Pembukaan kembali sekolah telah menjadi fokus perselisihan perburuhan antara serikat guru dan distrik mereka di kota-kota besar AS. Di Chicago pekan ini, setelah berbulan-bulan negosiasi yang mencakup ancaman penutupan dan pemogokan, serikat guru dan distrik mencapai kesepakatan tentang rencana keselamatan.

Becky Pringle, presiden Asosiasi Pendidikan Nasional, serikat guru terbesar AS dengan 3 juta anggota, mengatakan kepada Reuters bahwa dia berharap pedoman CDC pada Jumat akan mengirimkan "pesan yang sangat kuat bahwa kita dapat dan harus membuka kembali gedung sekolah kita dan inilah cara kita melakukan dengan aman."

Baca juga: Baru 50 persen siswa Pekanbaru belajar tatap muka, begini alasannya

Baca juga: Pemerintah gerakkan mahasiswa untuk bantu siswa sekolah dasar di daerah tertinggal


Sumber: Reuters

Penerjemah: Mulyo Sunyoto