Ketenangan kunci kemenangan The Daddies di semifinal WTF

id bulu tangkis,ganda putra,world tour finals,hendra setiawan,mohammad ahsan

Ketenangan kunci kemenangan The Daddies di semifinal WTF

Ganda putra peringkat dua dunia Mohammad Ahsan (kiri) dan Hendra Setiawan. (ANTARA/Erika Sawauchi/Badmintonphoto)

Jakarta (ANTARA) - Ganda putra kebanggaan Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menuturkan kunci kemenangannya pada babak empat besar BWF World Tour Finals(WTF) diImpact Arena Bangkok, Thailand, Sabtu adalah bermain tenang sehingga berpengaruh pada teknik yang dikeluarkan selama pertandingan.

Satu-satunya wakil Indonesia yang lolos ke final ini mengalahkan pasangan asal Korea Selatan Choi Sol Gyu/Seo Seung Jae dengan dua gim langsung 23-21, 21-13, dalam waktu 34 menit.

"Syukur Alhamdulillah sudah menang hari ini dan masuk final. Selama pertandingan berusaha lebih tenang dan enjoy. Kalau mainnya lebih tenang, penempatan bolanya juga lebih enak," tutur Ahsan dalam keterangan resmi PBSI.

Dengan bermain lebih tenang mereka bisa mencuri kesempatan untuk melakukan serangan sekaligus mempertebal pertahanan agar tak mudah ditembus Choi/Seo.

"Saya belajar dari pertemuan sebelumnya, ada sedikit perubahan. Kami tadi bermain tidak selalu keras, meskipun main di depan, tapi kami rem sedikit. Jadi merekanya lebih sulit, karena di pertandingan sebelumnya kalau kita menekan terus di depan, mereka lebih senang," jelas Hendra.

Pada pertemuan sebelumnya di Thailand Open dua pekan lalu, The Daddies dikalahkan Choi/Seo. Namun yang terdekat, mereka juga kembali dikalahkan di babak penyisihan Grup B WTF.

Hendra mengaku banyak belajar dari kekalahan tersebut dan mengubah strateginya dalam pertemuan di babak empat besar WTF hari ini.

Gim pertama terjadi persaingan cukup sengit. Wakil Negeri Ginseng itu sudah tertinggal empat poin saat kedudukan 16-12, namun mereka berusaha mengejar dan menyamakan skor menjadi 18-18, 20-20, 21-21. Namun, gim pertama akhirnya dimenangkan Ahsan/Hendra dengan 23-21 dalam 17 menit.

Di gim kedua, Ahsan/Hendra begitu percaya diri. Juara All England 2019 ini tidak memberikan kesempatan lawan untuk unggul. Mereka juga bermain lebih solid dan akhirnya merebut tiket ke partai puncak setelah menang 21-13.

"Gim kedua mereka juga mainnya tetap begitu, tidak ada perubahan. Jadi kami lebih enak mengatur. Mungkin (Seo) Seung Jae sudah agak capek, tadi saya lihat dia sudah agak berat. Apalagi dia bermain rangkap (ganda campuran)," tutur Hendra menambahkan.

Menghadapi tiga pertandingan beruntun memang tidak mudah, apalagi dari segi usia mereka tergolong tidak muda lagi. Hendra pun mengakui harus banyak mempersiapkan diri, terutama dari sisi tenaga dan fisik.

"Kalau untuk menjaga fokus bisa diatasi. Setiap pertandingan, fokus, terus bisa relaks lagi. Sementara yang jadi masalah itu memang faktor usia, tenaga, dan fisik. Dari kemarin sudah kalah, ya kita kembalikan lagi fisiknya. Ada gymnya sedikit, buat saya itu penting dan berpengaruh," pungkasHendra.