Murid libur karena COVID-19, Guru TK di Kampar beternak lele di sekolah

id Lele, lele kampar, covid kampar, kabupaten kampar

Murid libur karena COVID-19, Guru TK di Kampar beternak lele di sekolah

Gubernur Riau, Syamsuar ketika mengunjungi TPQ dan TK di Kampar. (ANTARA/HO-Pemprov Riau)

Kampar (ANTARA) - Guru yang mengajar di TPQ dan Taman Kanak Tahfiz AmanahKecamatan Kampar, Kabupaten Kampar berinisiatif beternak lele, dengan memanfaatkan kolam ikan yang ada di sekolah sejak para murid tak datang lagi akibat pandemiCOVID-19.

Pengelola kolam lele, Anis Ilias, menceritakan, kolam lele yang dibuatnya ini untuk memberikan edukasi kepada guru-guru dan masyarakat setempat, bahwa di masa pandemi ini apapun bisa dilakukan. Apalagi dengan memanfaatkan lahan yang tidak begitu luas untuk dijadikan ternak lele.

"Penghasilan ikan lele ini sekali panen, kira-kira 350 kilogram. Yah ini dijual lagi. Jadi olahannya yang untuk salai ada, yang untuk abon ada, untuk sarden ada yang mengelolanya," kataAnis melalui pernyataanya.

Bahkan, lanjutnya, untuk rendang lele juga ada itu bisa dibeli dan dirasakan. Menurutnya meski lebih murah dari rendang daging, tapi rendang lele ini lebih enak.

Begitulah cerita Anis meski di masa pandemi COVID-19, tidak menjadi halangan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup, yakni dengan menggalakkan kegiatan ketahanan pangan.

Sejak delapan bulan anak-anak tidak bersekolah, kegiatan ini dijadikannya sebagai penyambung kehidupan. Kolam renang disulap menjadi kolam ikan lele berukuran 4x6 meter itu menghasilkan ikan lele sebanyak 350 kg saat panen.

Baca juga: Kolam Bioflok bantuan KKP di Kandis untungnya Rp100 juta sekali panen

Atas usahanya tersebut, Gubernur Riau, Syamsuar menyempatkan datang dan ikut langsung memanen lele. Dia mengapresiasi kelompok masyarakat di Riau ini yang telah berinisiatif di tengah masa pandemi COVID-19 dengan menggalakkan ketahanan pangan, baik beternak ikan, ayam, bertanam padi maupun berladang jagung.

Kegiatan itu sangat mendukung program pemerintah daerah dalam rangka swasembada pangan. Ini kata dia juga merupakan salah satu inovasi yang dibuat oleh seorang ibu, dibantu oleh para pembinanya.

"Dari mereka yang biasa mengajar anak-anak, bisa produktif dengan beternak lele. Dengan meningkatkan ketahanan pangan di Riau ini salah satu upaya kita kita mempersiapkan ketahanan pangan dari yang ada,” ujar Gubernur.

Baca juga: Diduga Karena Keselek, Warga Bangkinang ini Tewas saat Makan Pecel Lele di Desa Kualu Nenas

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar