Jesi dan Alexander, kakak beradik penderita gizi buruk asal Nias yang kini hidup di Perawang

id act, act riau,pulau nias, anak gizi buruk

Jesi dan Alexander, kakak beradik penderita gizi buruk asal Nias yang kini hidup di Perawang

Jesi dan Alex saat mendapatkan perawatan di sebuah klinik medis. (ANTARA/HO-ACT)

Pekanbaru (ANTARA) - Jesi dan Alex mengalami gizi buruk karena kurangnya pengetahuan orang tua tentang asupan gizi dan kondisi ekonomi yang lemah. Ibu Jesi dan Alex meninggal dunia sejak melahirkan Alex karena penyakit leukimia.

Saat ini Jesi berusia 9 tahun dengan berat badan 12 kg dan Alex berusia 6 tahun dengan berat badan 10 kg. Selain asupan gizi yang buruk,Jesi dan Alex dicurigai mengalami tubercolosis sehingga pertumbuhan dan perkembangan kedua anak ini menjadi terhambat.

Saat ini Jesi dirawat oleh ayah dan ibu sambungnya di Perawang, Kabupaten Siak, setelah pindah dari Pulau Nias satu tahun lalu. Pekerjaan ayahnya sebagai buruh kasar hanya mampu mencukupi kebutuhan makan sehari-hari.

"Alhamdulillah tim Mobile Social Resques (MSR) ACT Wilayah Riau mendampingi keluarga tersebut serta memberikan bantuan pengobatan, semoga bantuan ini mampu meringankan beban saudara-saudara kita yang prasejahtera," kata Wahyu selaku Humas ACT Riau dalam pernyataan tertulis yang diterima di Pekanbaru, Sabtu.

Dai mengatakan masih banyak saudara-saudara kita dengan kondisi yang sama dan terpuruk keadaannya. Untuk itu ACT wilayah Riau akan terus berikhtiar untuk membersamai serta membantu mereka," katanya.

Namun tentunya hal ini butuh peran semua pihak untuk membantu saudara prasejahtera.

Mari berkontribusi dengan donasi terbaik atas nama Aksi Cepat Tanggap Bank Riau Kepri Syariah 82611 82611, Mandiri Syariah 6666 7777 68

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar