Tak ada pelapor, penghulu desa tertangkap mesum di Siak dipulangkan

id kades mesum, penghulu desa mesum, kades di siak mesum

Tak ada pelapor, penghulu desa tertangkap mesum di Siak dipulangkan

Penghulu Kampung Langkai (baju biru) ketika dimintai keterangan di Polsek Siak.(ANTARA/Bayu Agustari Adha)

Warga menangkap ketika mereka lagi duduk, pakaian masih utuh tapi duduk berdekatan," ujarnya.
SIAK, (ANTARA) - Penghulu Kampung (Kepala Desa) Langkai, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, yang ditangkap warga karena diduga akan berbuat mesum dengan perempuan yang bukan istrinya akhirnya dipulangkan pihak kepolisian setempat.

"Sudah diserahkan sama keluarganya pagi tadi Selasa (14/01) karena tak ada yang mau buat laporan polisi (LP) dari masing-masing istri atau suami kedua pelaku," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Siak, Iptu Yeri Effendi, Selasa.

Keduanya sudah diminta agar membuat laporan karena tindak pidana perzinaan merupakan delik aduan dari orang yang dirugikan. Dalam hal ini istri dari penghulu dan suami dari pihak perempuannya.

Namun suami dari yang perempuan tak mau buat laporan alasannya karena memang mau bercerai juga. Sedangkan istri dari penghulu juga menyatakan takkan melaporkan juga.

"Tanpa adanya aduan tidak bisa melakukan penyelidikan. Kita kasih waktu, tapi katanya tak usah lagi laporkan. Kitatak bisa apa-apa karena itu hukumnya," ungkap Yeri.

Sebelumnya Penghulu Langkai Sugiono(52) ditangkap warga beramai-ramai karena diduga akan melakukan perbuatan mesum dengan yang perempuannya MA (41). Lokasinya di kebun sawit milik si penghulu di Desa Buantan Besar.

Sugiono danMA ditangkap masyarakat dan dibawa ke Polsek Siak Senin (13/01) pukul 17.30 WIB. Keduanya dimintai keterangan di Polsek Siak sampai Selasa pagi ini.

Awal ditangkap, saksi melihatcuriga dengan gerak-gerik keduanya karena diduga akan melakukan tindak pidana perzinaan. Saksikemudian menghubungi Bhayangkara Pembina Keamanan Masyarakat (Babinkamtibmas) setempat beserta warga.

"Warga menangkap ketika mereka lagi duduk, pakaian masih utuh tapi duduk berdekatan," ujarnya.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar