Tiket pesawat Pekanbaru-Batam ludes untuk akhir tahun, begini penjelasannya

id tiket pesawat ,pekanbaru,batam,libur bersama,tahun baru 2020,berita riau antara,berita riau terbaru

Tiket pesawat Pekanbaru-Batam ludes untuk akhir tahun, begini penjelasannya

Ilustrasi - harga tiket pesawat. (ANTARA/Ardika)

Pekanbaru (ANTARA) - Tiket pesawat rute Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, tujuan Batam, Provinsi Kepulauan Riau pada akhir tahun 2019 ini habis terjual, sehingga warga yang ingin bepergian harus melakukan penerbangan transit untuk mencapai tujuan.

"Iya, sejak tanggal 30 Desember penerbangan penuh, karena ke Batam dari Pekanbaru hanya ada dua pesawat penerbangan langsung, yaitu Citilink dan Lion Air," kata pemilik travel Lancang Kuning, Yopi Pranoto di Pekanbaru, Senin.

Untuk penerbangan pada Selasa tanggal 31 Desember tidak ada lagi yang terbang langsung ke Batam dari Peaknbaru. Penerbangan yang tersedia semuanya transit, seperti ke Bandara Kualanamu Medan, Palembang maupun transit ke Bandara Soekarno-Hatta.

Harga tiket juga tiga kali lebih mahal dari harga normal, yakni berkisar Rp1,4 juta untuk maskapai Lion Air hingga Rp3,2 juta untuk maskapai Garuda Indonesia.

"Penerbangan satu-satunya yang langsung terakhir pada tanggal 30 September, Lion Air harganya sudah Rp700 ribu," ujarnya.

Mahalnya harga tiket pesawat membuat sejumlah warga Pekanbaru yang ingin berlibur pada pergantian tahun 2019 batal ke Batam. Seorang warga Pekanbaru, Chaidir (42), mengatakan batal berangkat dan memilih berlibur di Pekanbaru saja.

"Rencana mau liburan ke Batam bersama keluarga, tapi akhirnya batal karena terlambat beli tiket. Sudah mahal bisa kena Rp2 juta per orang," katanya.

Ia mengatakan biasanya menghabiskan libur bersama tahun baru ke Sumatera Barat. Namun, karena jalan lintas Pakanbaru-Padang sempat longsor beberapa hari lalu, ia memilih liburan ke Batam.

"Tapi akhirnya batal, di Pekanbaru saja," katanya.

Baca juga: Indef nilai harga tiket pesawat udara mahal karena permintaan tinggi

Baca juga: Sistem Lion Air belum siap dukung penurunan harga tiket
Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar