BBPOM Pekanbaru jaring 1.000 anggota Pramuka jadi agen keamanan pangan

id Berita hari ini, berita riau terkini, berita riau antara,BBPOM Pekanbaru jaring 1.000

BBPOM Pekanbaru jaring 1.000 anggota Pramuka jadi agen keamanan pangan

Kepala BBPOM Pekanbaru, Muhammad Kasuri di Pekanbaru, bersama Gubernur Riau yang diwakili Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Ir. H. Ferry H.C. Erna Putra, terus menggencarkan pangan yang sehat, dan kali ini menjaring anggota Pramuka tingkat SD, SLTP, SMA dan mahasiswa menjadi agen keamanan pangan. (Frislidia/Antara)

Pekanbaru (ANTARA) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru, Provinsi Riau, kini menjaring sebanyak 1.000 anggota Pramuka menjadi agen keamanan pangan untuk melindungi generasi cerdas dan sehat agar terhindar dari produk makanan berbahaya.

"Makanan berbahaya atau mengandung bahan beracun yang dikonsumsi bisa merusak kesehatan juga mengakibatkan korban meninggal, sehingga anggota pramuka menjadi agen yang strategis ikut membantu BPPOM dalam mencerdaskan akan pentingnya keamanan pangan," kata Kepala BBPOM Pekanbaru, Muhammad Kasuri di Pekanbaru, Sabtu.

Menurut dia, penjaringan sebanyak 1.000 anggota Pramuka itu, berkaitan dalam agenda bulan keamanan pangan dirangkaikan dengan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2019 dan bulan ketahanan pangan dunia, sehingga dielaborasi dengan tugas-tugas pengawasan obat dan khususnya makanan.

Ia menyebutkan, kegiatan ini pun sudah dilakukan nota kesepahaman dengan adik-adik pramuka di dalam mewujudkan kesepahaman keamanan pangan, karena tidak mungkin hanya dilakukan oleh Pemerintah/BBPOM saja dan harus didukung partisipasi masyarakat dan lainnya serta anggota Pramuka itu.

"Karena mereka adalah generasi penerus bangsa, maka mereka harus memiliki kecerdasan memadai dan untuk mendapatkan kecerdasan yang memadai itu maka harus didukung oleh pangan yang aman, dan mereka diberikan edukasi dan bimbingan, sekaligus menjadikan mereka agen BBPOM untuk bisa menularkan informasi kemasyarakat," katanya.

Ia mengatakan, bahwa dengan kegiatan ini akan melahirkan makin banyak masyarakat yang cerdas, dan berkaitan dengan mengonsumsi makanan yang aman serta sehat dengan cara selalu mengingat CEKLIK. Cek artinya periksa, K atau kemasan, dimaksukdan agar kita memastikan kemasannya dalam kaadaan aman.

Berikutnya L, atau lebel pada makanan yang harus diperhatikan karena tidak semua makanan cocok dengan umurnya, atau ada yang kena gula darah, maka makanan yang mengandung banyak gula tersebut tidak bisa bagi penderita diabetes. I, adalah izin edar, makanan yang terkemas itu wajib ada izin edarnya dari BBPOM atau PIRT dari Dinkes sebagai tanda bukti bahwa produk tersebut sudah dievaluasi dinyatakan aman bermutu dan bermanfaat.

Selain itu K, atau kadaluarsa dan konsumen harus mengecek, apakah makanan ini dikonsumsi dalam batas yang aman, atau tidak, sehingga konsumen yang cerdas selalu ingat "CEKLIK".

Selain anggota Pramuka, katanya, juga ada kelompok yang sudah bekerjasama yakni dengan organisasi kemasyarakatan, gandeng IPMEI, Aisyaih dan Salimah serta ibu-ibu PKK. Ke depan BBPOM akan mengandeng ibu-ibu Persit, iisteri para TNI AD untuk membantu tugas pemerintah dalam mengedukasi masyarakat.

Menyemarakkan Bulan Keamanan Pangan itu, diawali dengan pawai keamanan pangan oleh anggota Pramuka mulai dari tingkat SD, SMP, SMA dan mahasiswa, dengan titik berkumpul di depan Kantor Bang Riau Kepri, Menara Dang Merdu, kemudia anggoat Pramuka melalukan arak-arakan atau pawai menunju halaman kantor Gubernur Riau.

Selain itu acara bertema ini juga menggelar games, talkshow pemilihan dan Duta Keamanan Pangan oleh Balai Besar POM di Pekanbaru tahun 2019.

Kepala BBPOM Pekanbaru, Muhammad Kasuri di Pekanbaru, bersama Gubernur Riau yang diwakili Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Ir. H. Ferry H.C. Erna Putra, terus menggencarkan pangan yang sehat, dan kali ini menjaring anggota Pramuka tingkat SD, SLTP, SMA dan mahasiswa menjadi agen keamanan pangan. (Frislidia/Antara)


Gubernur Riau yang diwakili Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Ir. H. Ferry H.C. Erna Putra, mengatakan satu langkah jitu dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan pangan adalah dengan menggerakkan generasi muda sebagai agen perubahan keamanan pangan.

"Memang yang paling dikhawatirkan adalah perang senjata, tetapi dengan menyelamatkan generasi muda agar tetap terjamin keamanan pangannya jauh lebih penting, agar bisa melahirkan generasi yang cerdas, dan sehat," kata Ferry.

Untuk sehat, katanya, bisa dicapai tentunya dimulai dari rumah dan anak sekolah bersama ibu guru dan menjaga jajan yang datang ke sekolah dan ke kantor itu harus dijaga agar tidak terkontaminasi kuman. Apalagi debu merupakan fasilitas bagi mikrobiologi yang akan mengganggu kesehatan anak.

Selain itu katanya, Pemrov Riau melalui satker Ketahanan Pangan Tanaman Pangan Holtikutura dan Perkebunan, pasti akan mendukung program-program BBPOM Pekanbaru, melalui program yang dibuat oleh BBPOM akan dimanfaatkan sebaik mungkin, sehingga anggota Pramuka betul-betul kenal dengan bahan pangan, dan kana melahirkan generasi cerdas dan Pekanbaru jaring 1.000 anggota Pramuka jadi agen keamanan pangan.

Menyemarakkan Bulan Keamanan Pangan itu, diawali dengan pawai keamanan pangan oleh anggota Pramuka mulai dari tingkat SD, SMP, SMA dan mahasiswa, dengan titik berkumpul di depan Kantor Bang Riau Kepri, Menara Dang Merdu, kemudia anggoat Pramuka melalukan arak-arakan atau pawai menunju halaman kantor Gubernur Riau. Panitia juga menggelar games, talkshow, pemilihan agen dan Duta Keamanan untuk pangan, acara ini juga diikuti Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kejaksaan, Kepolisian dan kakak pembina Pramuka.

Bulan Keamanan Pangan tahun ini, bertema "pangan ku aman, Pramuka wujudkan SDM unggul menuju Indonesia maju, diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kejaksaan, Kepolisian dan kakak pembina Pramuka. Selain itu UMKM binaan dari BBPOM Pekanbaru mengisi gerai bazar di halaman kantor gubernur Riau.

Pentingnya kesadaran pangan yang sehat, katanya, agar masyarakat lebih selektif dalam memilih produk pangan yang layak konsumsi serta sesuai dengan prosedur keamanan pangan.

Sikap selektif ini dibutuhkan agar setiap individu, terlindungi dari pangan yang berbahaya dan merugikan tubuh dari formalin, methanil yellow, rhodamin-b, dan boraks.

"Penggunaan formalin dalam jangka panjang dapat mengakibat kanker mulut dan tenggorokan, sedangkan methanil yellow dan rhodamin-b, dapat mengakibatkan gangguan fungsi hati hingga kanker, serta boraks gangguan pada otak, kanker hingga kerusakan ginjal," katanya. **3**T.F011