Karhutla Riau - Pemko Pekanbaru perpanjang libur sekolah karena bencana asap

id Libur,sekolah libur karena asap

Karhutla Riau - Pemko Pekanbaru perpanjang libur sekolah karena bencana asap

Umat muslim melaksanakan shalat minta hujan (Istisqa) saat kabut asap di halaman Kantor Gubernur Riau, di Pekanbaru, Riau, Rabu (11/9/2019). Shalat yang diikuti ASN Pemprov Riau, TNI, Polri dan masyarakat ini dilaksanakan untuk meminta turunnya hujan guna mengurangi dampak kemarau panjang dan kabut asap kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di Provinsi Riau. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/hp.

Pekanbaru (ANTARA) - Menyikapi makin memburuknya kualitas udara Kota Pekanbaru, dibuktikan dengan data terakhir yang diterima Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) setempat, dimana terjadi peningkatan nilai Indeks Standar Pencemaran Udara pada hari Rabu (11/09/2019), maka libur sekolah diperpanjang hingga Jumat (13/9).

"Hari Selasa nilai PM10 di angka 111 menjadi naik menjadi 118 pada Rabu posisi pukul 15.00 WIB dengan status tidak sehat," kata Kepala Humas Pemko Pekanbaru, Masirba Sulaiman di Pekanbaru, Rabu.

Wali kota telah memutuskan, perpanjangan libur ini, juga karena adanya laporan dari BPPD Kota Pekanbaru, akan terjadi peningkatan titik api (hotspot) di Provinsi tetangga yakni Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan dalam dua hari ke depan.

Asap kiriman tersebut akan mengikuti arah angin ke Provinsi Riau. Namun demikian, tim rekayasa teknologi cuaca yang langsung dipimpin oleh Danlanud Roesmin Nurjaddin Pekanbaru sedang mengupayakan penyebaran garam di tiga daerah yakni Pekanbaru, Kampar dan Pelalawan.

"Kita harapkan arah angin ini tidak mengalami perubahan sehingga jika terjadi hujan lebat di tiga daerah tersebut dan mengubah kondisi cuaca," ujarnya.

Maka jika kualitas udara membaik, kebijakan pemerintah untuk meliburkan sekolah akan dievaluasi kembali.

Baca juga: Asap semakin pekat empat mahasiswa UNRI dirawat ke RS

Namun demikian, Walikota Pekanbaru meminta kepada semua oang tua murid mulai dari tingkat PAUD hingga tingkat SMP/Sederajat juga ikut mengawasi aktivitas anak-anak yang berada di rumah.

Wali Kota juga memberikan instruksi kepada Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru untuk memerintahkan kepada semua guru, memberikan tugas kepada anak-anak didiknya sehingga waktu belajar masih efektif dilaksanakan di rumah.

Kepada seluruh masyarakat Pekanbaru, diimbau untuk tidak menambah asap dengan tidak membakar sampah di lingkungan rumah tangga.

Baca juga: Gubernur Riau tugas ke Thailand saat asap Karhutla kian pekat. Kok bisa?

Baca juga: Permintaan masker naik tajam, apotek kehabisan stok


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar