Karhutla Riau - Permintaan masker naik tajam, apotek kehabisan stok

id Masker,masker asap,asap pekanbaru

Seorang warga yang mengenakan masker melintas di dekat papan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (10/9/2019). ANTARA FOTO/FB Anggoro/wsj.

Pekanbaru (ANTARA) - Memburuknya kualitas udara Kota Pekanbaru belakangan ini hingga level tidak sehat telah memaksa warga harus menggunakan masker saat beraktifitas di luar ruangan.

Masalahnya saat ini permintaan yang meningkat tidak diimbangi oleh pasokan masker sehingga beberapa apotek di Kota Pekanbaru kehabisan stok.

"Stok masker habis," kata pemilik apotek di Jalan Umban Sari, Rumbai, Indah, Rabu.

Ia mengatakan sejak kabut asap pekat melanda beberapa hari terakhir, permintaan masker memang meningkat drastis.

"Memang permintaan melonjak, kami sampai kehabisan stok. Biasanya yang beli tu eceran sih, ada yang beli lima lembar atau cuma dua lembar. Tetapi belakangan per kotak," tuturnya.

Sementara Anton, penjaga Apotek di Jalan Sumahilang, Rumbai membenarkan pada hari biasa masker itu jarang yang membeli. Tapi saat musim asap seperti ini masker laris manis.

"Karena kan asapnya pekat kali. Jadi mau tak mau ya harus pakai masker agar terhindar dari dampak kabut asap seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)," ujarnya.

Salah seorang warga yang hendak membeli masker Nani, mengaku harus sampai keliling ke berbagai apotek untuk mendapatkan penutup mulut dan hidung tersebut.

"Tadi sudah keliling ke mana-mana cari masker tapi tak ada. Terpaksa pakai hijabnutup hidung. Menanti siapa tau ada yang bagi-bagi masker di lampu merah," pungkasnya.

Sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru secara resmi umumkan kondisi udara setempat tidak sehat terhitung Senin (9/9) sore hingga Selasa sore (10/9) karena nilai PM10 pada Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) rata-rata mencapai 111.

Informasi tidak sehatnya kualitas udara Kota Pekanbaru terpantau dari laporan data alat pengukur Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kota pekanbaru, yang dikeluarkan oleh DLHK.

Artinya dalam rentang waktu sejak Senin (9/9) mulai pukul 15.00 Wib hingga Selasa (10/9) pukul 15.00 Wib PM 10 nilainya rata-rata 111.

Baca juga: BEM Universitas Riau desak pemerintah atasi Karhutla

Baca juga: VIDEO - Asap semakin parah, ribuan warga Riau salat minta hujan


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar