Konsumsi elpiji bersubsidi di Riau meningkat 8 persen selama Ramadhan dan Lebaran

id Elpiji,kebutuhan elpiji Riau,elpiji bersubsidi,pertamina,ramadhan 2019,idul fitri 1440 h,berita riau antara,berita riau terbaru

Pekerja menyusun tabung gas elpiji tiga kilogram yang akan disalurkan ke pangkalan-pangkalan penjualan disalah satu agen LPG di Jakarta, Senin (24/6/2019). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

Pekanbaru (ANTARA) - Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mencatat ada peningkatan konsumsi elpiji bersubsidi atau tabung 3kg sebesar 8 atau 165.775 persen selama periode 1 Mei hingga 18 Juni 2019 atau Ramadhan dan lebaran 1440 Hijriah dibandingkan periode yang sama pada 2018.

"Secara keseluruhan realisasi elpiji subsidi maupun non subsidi untuk Riau alami peningkatan selama periode Ramadhan dan lebaran 1440 H, tetapi terbanyak subsidi," kata Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina MOR I, Roby Hervindo kepada Antara melalui seluler di Pekanbaru, Rabu.

Rob menjelaskan selain elpiji subsidi non subsidi di Riaujuga alami peningkatan sebesar 6 persen selama Ramadhan dan lebaran.

Realisasi elpiji itu meningkat tidak hanya pada ramadan dan lebaran, tapi juga pada hari-hari tertentu seperti idul adha, Natal dan tahun baru.

"Ini wajar, karena memang kebutuhannya meningkat," ujarnya.

Ia merinci konsumsi elpiji subsidi di Riau pada hari normal sebanyak 152.666 tabung perhari, kemudian pada periode 1 Mei hingga 18 Juni 2019 naik menjadi 165.775 tabung perhari. Untuk elpiji non subsidi dari 82 Metrik Ton perhari, naik menjadi 87 Metrik Ton perhari.

Sementara itu data konsumsi elpiji yang berhasil dirangkum antara dari Pertamina MOR I, untuk wilayah Sumatera Utara (Sumut), realisasi elpiji subsidi pada hari normal sebanyak 400.000 tabung per harinya. Kemudian pada periode 1 Mei hingga 18 Juni 2019, meningkat menjadi 432.178 tabung perhari. Kemudian untuk elpiji non subsidi dari 113 Metrik Ton per hari, naik menjadi 117 Metrik Ton perhari.

Untuk Sumbar, realisasi elpiji non subsidi normalnya sebanyak 109.666 tabung per hari, kemudian pada periode 1 Mei hingga 18 Juni 2019, naik menjadi 118.061 tabung per hari. Begitu juga dengan elpiji non subsidi, dari 38 Metrik Ton perhari, naik menjadi 42 Metrik Ton perhari.

Kemudian untuk Aceh, elpiji subsdidi perharinya sebanyak 92.666 tabung, pada periode 1 Mei hingga 18 Juni 2019 meningkat menjadi 109.178 tabung perhari. Sedangkan untuk elpiji non subsidi dari 76 Metrik Ton perhari, naik menjadi 85 Metrik Ton per hari.

"Realisasi elipiji subsidi di daerah Sumbagut hanya turun di daerah Kepri. Namun penurunannya tidak signifikan, yaitu pada hari normal realisasinya sebanyak 58.333 tabung perhari, pada masa 1 Mei hingga 18 Juni 2019, turun menjadi 57.523 tabung perhari," tegasnya.

Sedangkan untuk realisasi elpiji non subsidi, meningkat dibandingkan hari normal, yaitu dari 49 Metrik Ton perharinya, kemudian pada masa 1 Mei hingga 18 Juni, meningkat menjadi 52 Metrik Ton perhari.

"Untuk konsumsi elpiji subsidi di Kepri menurun, kemungkinan karena di sana banyak masyarakat perantau, sehingga pada minggu ketiga ramadhan, mereka sudah mulai pulang kampung ke kampung halamanya masing-masing," pungkas Roby.

Baca juga: Pertamina tambah pasokan BBM dan elpiji lebih 100 persen di Riau selama Ramadhan

Baca juga: Pemkot Dumai - Kementerian ESDM sepakati 4.810 jaringan gas gratis


Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar