Pemkot Dumai - Kementerian ESDM sepakati 4.810 jaringan gas gratis

id Jargas dumai, proyek gas dumai,elpiji dumai

Proses penandatangan MoU antara Penkot Dumai dan Kementerian ESDM di Dumai,Selasa (25/6). Terlihat Walikota Dumai Zulkifli AS sedang tanda tangan. (Foto Antarariau/Abdul Razak/19)

Dumai (ANTARA) - Wali Kota Dumai Zulkifli AS dan Kementerian ESDM, Selasa, sepakati pembangunan jaringan gas bumi untuk penyambungan gratis 4.810 rumah yang dibiayai APBN Tahun 2019, atau bernilai Rp43 miliar, dalam rangka mengurangi subsidi pemakaian elpiji.

Kesepakatan ini dituangkan dalam penandatanganan bersama antara Pemkot Dumai - Kementerian ESDM dan PT Hutama Karya Indonesia, dilakukan Walkot Zulkifli As dan Kepala Seksi Pembangunan Infrastruktur Kementerian ESDM, Mariani serta Husaini dari kontraktor HKI.

Wali Kota Dumai Zulkifli AS apresiasi bantuan jaringan gas rumah tangga gratis dari pemerintah pusat ini karena sangat meringankan masyarakat terhadap biaya sambungan dan pemakaian jaringan gas rumah.

Program jargas rumah tangga ini menurutnya sangat membanggakan karena Kota Dumai dipilih sebagai penerima dan diharap masyarakat mendukung dan memahami bahwa gas bumi tidak berbahaya sebab memiliki tekanan rendah.

"Tahun ini digratiskan 4.810 sambungan rumah jaringan gas bumi bantuan pemerintah pusat, dan ke depan kita ajukan lagi secara bertahap agar masyarakat tidak terbebani biaya, karena itu diharap warga ikut mensukseskan proyek tersebut," kata Zulkifli.

Ditambahkan, proyek jargas ini ditargetkan tepat waktu selama setengah tahun pelaksanaan atau Desember 2019 sudah rampung terpasang di rumah masyarakat.

Sementara, Kepala Seksi Pembangunan Infrastruktur Kementerian ESDM Mariani mengungkapkan, proyek jaringan gas bumi masuk ke dalam proyek strategis Nasional sesuai Peraturan Presiden Republik Indonesia khususnya untuk jaringan gas bumi rumah tangga.

Tujuan pelaksanaan proyek ini untuk mengurangi impor LPG yang terus meningkat hingga di atas 50 persen, karena pemakaian sangat tinggi dan bahkan berdampak sering terjadi kelangkaan.

"Selain itu, untuk mengurangi subsidi pemakaian elpiji dan memberikan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan produk yang lebih hemat biaya," kata Mariani.

Dari survei dilakukan, di Kota Dumai pemakaian bahan bakar gas bumi jauh lebih hemat dari elpiji, dengan harga rata rata Rp5.000 per meter kubik, dan untuk kebutuhan rumah tangga diperkirakan 10 meter kubik per bulan, artinya sekitar Rp50 ribuan untuk penggunaan gas.

Melalui penghematan ini, pemerintah ingin meningkatkan ekonomi masyarakat, sebab gas alam juga sangat menguntungkan bila digunakan pelaku usaha khusus nya usaha kecil menengah, Disamping itu pemakaian gas bumi aman dibanding elpiji.

"Nilai investasi sekitar Rp43 miliar dan setiap rumah tangga tidak dipungut biaya apapun, karena ini program pemerintah untuk masyarakat menengah ke bawah. Jika tidak ada halangan Juli 2019 akan mulai dibangun dan semoga tepat waktu," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar