Wisata edukasi budidaya jamur di Pekanbaru

id jamur,budidaya jamur,pekanbaru,rumah jamur

Wisata edukasi budidaya jamur di Pekanbaru

Pintu masuk Rumah Jamur Nando di Kota Pekanbaru (Genpi Riau)

Pekanbaru (Antaranews Riau) - Bayu Fernando seorang wirausaha muda di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, menekuni budidaya jamur sekaligus membuka sebagai tempat edukasi budidaya jamur yang terbuka untuk masyarakat umum.

"Di Kota Pekanbaru wisata edukasi bisa dihitung dengan jari. Sangat jarang sekali adanya jenis wisata ini. Apalagi yang mempelajari tentang budidaya jamur. Melihat peluang tersebut, Saya mencoba mengambilnya," kata Bayu Fernando, di Pekanbaru, Senin.

Bayu kemudian mendirikan "Rumah Jamur Nando" di Jalan Imam Munandar atau Jl Harapan Raya ujung, Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Kegiatan itu dijalaninya sejak bulan Desember tahun 2015. Dari sekadar memanfaatkan lahan tidur di samping rumahnya, Bayu kini serius menekuni budidaya jamur di lahan seluas sekitar 500 meter persegi.

Baca juga: ASITA: Pariwisata Riau Kekurangan Kegiatan Dan Suvenir

Baca juga: Siapa Sangka, Salah Kostum Bisa Jadi Peluang Bisnis "Ulu Kasok"


Menurut dia, pada tahun 2015 awalnya hanya membangun satu unit rumah budidaya jamur. Setahun kemudian ia menambah satu unit rumah budidaya jamur, dan sejak 2017 tercetus ide untuk memanfaat lahan itu sebagai tempat wisata edukasi.

"Anak-anak milenial di Pekanbaru ketika mengisi waktu liburan lebih banyak mengunjungi Mall atau Plaza. Hadirnya wisata edukasi Rumah Jamur, mencoba menawarkan tempat wisata edukasi yang baru dan unik," ujarnya.

Bayu Fernando pendiri rumah edukasi budidaya jamur di Pekanbaru (Genpi Riau)


Jumlah pengunjung yang datang terhitung sejak awal tahun 2018 sebanyak 2.000 orang lebih. Mayoritas adalah siswa dari berbagai sekolah, mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi di Kota Pekanbaru. Selain itu ada juga yang datang dari berbagai daerah Kabupaten/Kota di Riau, Provinsi tetangga.

Bahkan, tempat itu juga sudah didatangi oleh wisatawan dari mancanegara yakni, dari Venezuela dan Jerman.

Ada lima atraksi yang disajikan ketika berkunjung ke tempat ini, yakni berdiskusi tentang budidaya jamur sekaligus memberikan motivasi wirausaha budidaya jamur, praktek simulasi singkat tentang media tanam jamur, memanen jamur segar dan yang terakhir mencicipi nugget hasil dari olahan jamur.

Guna memberikan rasa asri kepada pengunjung, di Rumah Jamur Nando ditanamani beragam pohon penghidupan seperti, alpukat, pinang, kelapa, pisang, nangka, jeruk, jambu, daun salam, dan durian. Selain itu, pihak pengelola memanfaatkan limbah plastik berupa botol dan gelas, guna dijadikan ornamen berwarna-warni menghiasi spot foto "instagramable".

Jika ingin berkunjung ke objek wisata edukasi ini. Sebelumnya para tamu disarankan menghubungi pihak pengelola. Hal ini dilakukan guna mengatur jadwal dengan pengunjung lainya. Biaya tarif masuknya sebesar Rp15.000 per orang pada hari Senin hingga Jumat, dan Rp20.000 per orang pada hari Sabtu dan Minggu.

Ia berharap kepada pemerintah agar memberikan motivasi dan dorongan terhadap usaha yang digelutinya. Menjalin sinergitas juga kerjasama sehingga objek wisata Rumah Jamur dapat dikenal orang banyak dan bisa menjadikan daya tarik tersendiri kepada wisatawan yang berkunjung ke Riau.

"Kami siap mendengarkan saran dan aspirasi-aspirasi yang membangun," katanya.

Baca juga: Objek Wisata Dakwah Okura Pekanbaru Operasionalkan 21 Kuda

Baca juga: Tour De Siak Sebagai Ajang Promosi Pariwisata