BI Perwakilan Riau Kirim Tenaga Pengajar Ke Daerah Terluar Meranti

id bi perwakilan, riau kirim, tenaga pengajar, ke daerah, terluar meranti

BI Perwakilan Riau Kirim Tenaga Pengajar Ke Daerah Terluar Meranti

Pekanbaru (Antarariau.com) - Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Riau meluncurkan kegiatan pemberdayaan masyarakat di daerah pesisir dengan mengirimkan tenaga-tenaga pengajar ke Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Kami mengirimkan guru ke sekolah-sekolah di daerah terluar di Kepulauan Meranti, yakni ke Desa Kepau, Bandaraya dan Mengkirau," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Riau, Ismet Inono, kepada Antara di Pekanbaru, Jumat.

Ia menjelaskan, BI Riau kini memiliki Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) bernama "Jendela Pengetahuan" yang khusus untuk sektor pendidikan. Kegiatan ini baru pertama dilaksanakan di Riau pada tahun ini.

Menurut dia, BI Riau memilih tiga sekolah masing-masing di Kepau, Bandaraya, dan Mengkirau. Pada tiap sekolah ditempatkan dua tenaga pengajar yang menetap disana selama enam bulan.

"Kita libatkan juga Generasi Baru Indonesia, yaitu mahasiswa penerima beasiswa BI. Selain menempatkan tenaga pengajar, kita juga memberi bantuan Pojok Baca berupa buku tulis, pulpen dan buku pelajaran," ujarnya.

Tujuan BI dalam program "Jendela Pengetahuan" itu karena melihat pendidikan merupakan modal dasar kemajuan suatu bangsa. Tiga lokasi tersebut menjadi pilihan karena kondisi masyarakat di pesisir terluar Riau itu masih sangat butuh perhatian dari semua pihak.

"Saya melihat langsung kondisi di sana masih sangat memprihatinkan. Mulai dari minimnya transportasi kapal, kondisi sekolah sampai infrastruktur jalan seperti di Mengkirau yang sering tertutup air pasang setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa," katanya.

Ia berharap program yang dilakukan BI bisa menjadi pemicu bagi pihak lain, terutama pemerintah daerah, untuk memperhatikan pembangunan hingga ke daerah pesisir terluar Riau. Sebabnya, Riau yang selama ini dikenal sebagai provinsi kaya, ternyata masih memiliki anak-anak yang aksesnya terbatas ke dunia pendidikan. Sementara itu, mayoritas orang tua disana yang menjadi buruh perkebunan sagu, belum faham pentingnya pendidikan karena faktor ekonomi dan keterbatasan tenaga pengajar.

Kepulauan Meranti, sebagai kabupaten termuda di Provinsi Riau, memiliki tingkat kemiskinan mencapai 35 persen jauh di atas rata-rata kabupaten/kota lainnya. Warga setempat rata-rata hanya mengenyam pendidikan selama tujuh tahun, atau setara kelas I SMP.

"Untuk mendapatkan air bersih di sana sangat sulit, bahkan warga tidak biasa menggunakan jamban maupun toilet untuk buang air," katanya.

Ia menjelaskan tenaga pengajar tersebut akan menjadi guru di sekolah ketika jam belajar. Setelah itu, ketika sekolah usai mereka melatih anak-anak disana berbagai keterampilan seperti mengenalkan lagu nasional, bahasa inggris, komputer, ibadah hingga kesenian dan olahraga.