Lantaran Hujan, "Long March" Tuntut Ahok Di Dumai Batal

id lantaran hujan, long march, tuntut ahok, di dumai batal

Lantaran Hujan, "Long March" Tuntut Ahok Di Dumai Batal

Dumai, Riau (Antarariau.com) - "Long march" massa ormas Islam dan mahasiswa di Kota Dumai, Riau, yang bertajuk Gerakan Petisi Adili Penista Agama, Jumat, batal dilaksanakan karena hujan.

Puluhan pendemo, berbaju putih, akhirnya hanya menyampaikan orasi dan aspirasi menuntut proses hukum penista agama tersebut di titik kumpul awal yaitu di halaman Masjid Habiburrahman Jalan HR Subrantas Dumai.

Awalnya, direncanakan massa sekitar 500 orang akan menggelar Aksi Damai Bela Islam seusai melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Habiburrahman dengan berjalan kaki menuju bundaran Polres Dumai di Jalan Sudirman.

Seorang orator dari Ikatan Dai Indonesia di Kota Dumai Amrizal menyebutkan, aksi damai tidak jadi enggan berjalan kaki dan hanya orasi aspirasi di Masjid Habiburrahman.

"Kita hanya orasi dan aksi di Masjid Habiburrahman," kata Amrizal kepada pers.

Dalam aksi ini, massa menyampaikan petisi bahwa penistaan Al Quran oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah melanggar Pancasila sila pertama dan ketiga sehingga menyulut kemarahan dan perpecahan antar umat beragama.

Basuki, petahana pilkada ibu kota negara, mereka anggap telah melanggar Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 Bab VII Pasal 65 tentang Tugas Wewenang Kepala Daerah karena akibat pernyataan di depan umum itu meresahkan umat muslim.

Pernyataan Ahok tentang Surat Al Maidah 51 merupakan pelanggaran terhadap undang-undang terkait penodaan agama dan hukum pidana karena dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan bersifat permusuhan, penyalahgunaan dan penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.

Meski Basuki sudah meminta maaf, dalam petisi ini massa meminta agar yang bersangkutan diproses secara hukum dan mempertanggungjawabkan pernyataan yang diduga terkait pidana umum penistaan agama.

Aksi damai di Dumai dikuti sejumlah ormas Islam, yaitu Ikatan Dai Indonesia, Persatuan Mubaligh Dumai, Himpunan Mahasiswa Islam, Front Pembela Islam, pedagang kaki lima, dan Unit mahasiswa Islam Sekolah Tinggi Teknologi Dumai.

Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Dumai Ilham Ma arif mengatakan, harus ada proses hukum terhadap pihak yang diduga menistakan agama.

"Kita minta pihak kepolisian segera menuntaskan proses hukum Ahok agar tidak ada penilaian calon gubernur itu kebal hukum," kata Ilham.

Sebelum itu, Kapolres Dumai AKBP Donald H Ginting menyebutkan telah menyiapkan pengamanan aksi damai bela Islam yang dilaksanakan ormas dan mahasiswa Islam terkait dugaan penistaan agama dimulai dari Masjid Habiburrahman dan berjalan kaki menuju Jalan Sudirman depan Markas Polres Dumai.

"Diharapkan unjuk rasa berlangsung damai tertib dan tidak anarkis," kata Kapolres.