Pekanbaru (ANTARA) - SMKN 1 Tebing Tinggi berhasil meraih juara pertama dalam ajang Lomba Cepat Tepat Perpajakan (LCTP) 2025 yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Riau. Atas prestasinya, SMKN 1 Tebing Tinggi berhak menerima Piala Bergilir Gubernur Riau.
Sekolah ini tampil unggul setelah menyingkirkan 12 peserta lainnya yang merupakan perwakilan SMA/SMK/MA se-Provinsi Riau dalam babak final yang digelar di Pekanbaru, Jumat, 26 Agustus 2025.
Setiap kabupaten/kota diwakili oleh satu sekolah terbaik yang sebelumnya lolos seleksi awal dari total 495 sekolah peserta. Para finalis kemudian berkompetisi di tingkat provinsi dalam puncak acara LCTP 2025.
Juara kedua diraih oleh SMAN 8 Pekanbaru, sedangkan posisi ketiga ditempati oleh SMA Mutiara Harapan Pangkalan Kerinci.
Kepala Kanwil DJP Riau, Ardiyanto Basuki, menjelaskan bahwa tujuan dari LCTP adalah menanamkan kesadaran pajak sejak dini, terutama bagi siswa SMA sederajat, yang nantinya akan memasuki usia produktif pada masa Indonesia Emas 2045.
"Mereka inilah calon pemimpin masa depan, calon pengusaha, profesional. Harapannya, saat mereka dewasa nanti, mereka akan menjadi warga negara yang patuh pajak,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa dalam LCTP, tidak hanya pajak pusat yang diujikan, tetapi juga pajak daerah. Karena itu, keterlibatan Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Provinsi Riau menjadi sangat penting.
Lebih lanjut Ardiyanto menyampaikan bahwa LCTP 2025, yang telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, menunjukkan peningkatan dalam kualitas soal.
"Kalau tahun pertama lebih banyak soal hafalan, tahun kedua berimbang. Tahun ini, selain hafalan, juga banyak soal yang menguji logika. Jadi, peserta harus benar-benar memahami materi untuk bisa menjawab dengan tepat,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Riau yang diwakili oleh Kepala Bappenda Riau, Efarevita, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya LCTP 2025.
"Lomba ini bukan sekadar kompetisi akademik, tetapi juga investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang sadar, peduli, dan bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa,” katanya.
Ia menyoroti rendahnya tingkat kesadaran pajak di Indonesia, yang terlihat dari tax ratio nasional yang masih sekitar 10,4 persen—lebih rendah dari Malaysia (11,8 persen) dan Singapura, di atas 13 persen.
"Karena itulah penting bagi generasi muda untuk memahami perpajakan sejak dini, agar tidak memandangnya hanya sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai investasi masa depan dan bentuk gotong royong paling nyata dalam kehidupan berbangsa,” tambahnya.
"Melalui lomba ini, kami ingin memperkenalkan makna pajak dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. Mencintai negeri bukan hanya lewat prestasi akademik, tapi juga melalui kesadaran akan pentingnya kontribusi terhadap pembangunan,” lanjutnya.
"Adik-adik adalah wajah masa depan Riau. Kelak, ketika kalian menjadi profesional, pengusaha, atau pejabat publik, bawalah semangat untuk menjadikan pajak sebagai instrumen utama mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045,” pesan Gubernur Riau terhadap para peserta.
LCTP merupakan bagian dari program Inklusi Perpajakan Tax Goes To School (TGTS), yang menjadi agenda tahunan DJP dalam menanamkan kesadaran pajak sejak dini. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Kanwil DJP Riau dengan Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, serta sekolah-sekolah menengah atas di seluruh provinsi.
Penyelenggaraan LCTP 2025 juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-68 Provinsi Riau.