Pekanbaru, (Antarariau.com) - Pemerintah Provinsi Riau merancang strategi untuk mendorong pembangunan sektor pariwisata dan infrastruktur di kawasan pesisir yang menghadap ke Selat Malaka.
"Jadi pembangunan Riau jangan lagi ke bagian barat, tapi fokus ke pesisir timur yang menghadap Selat Malaka," kata Wakil Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rahman di Pekanbaru, Jumat.
Ia menilai sudah saatnya Riau mengoptimalkan potensi ekonomi dari letak geografis di Selat Malaka sebagai jalur lalu lintas laut tersibuk di Asia Tenggara.
Daerah itu juga strategis untuk menjaring wisatawan domestik dan internasional dari Malaysia maupun Singapura.
Ia mengatakan sudah ada pemilik modal dari investor agribisnis yang kini juga mulai menggarap "resort" di daerah pesisir Kabupaten Bengkalis, Riau, yang menghadap ke Malaysia.
Menurut dia, investor itu cukup serius menggarap potensi pariwisata daerah itu karena sudah melakukan pemaparan kepada pemerintah daerah.
"Saya menilai resort yang sedang dibangun itu akan lebih bagus dari Lagoy (Kepulauan Riau)," katanya.
Karena itu, pemerintah juga mengoptimalkan proyek infrastruktur untuk mendukung perkembangan sektor wisata daerah pesisir.
"Kami akan bangun jembatan yang menghubungkan pulau-pulau yang ada di pesisir timur. Seperti permintaan kabupaten dan kota di pesisir timur, kami akan lebih banyak mengalokasikan APBD untuk infrastruktur di sana," lanjut Arsyadjuliandi.
Ia mengatakan perlu ada strategi untuk mendapatkan tambahan dana dari APBN untuk merealisasikan rencana itu.
"Belum akan dilaksanakan tahun ini. Pemprov Riau dan kabupaten/kota perlu memiliki rencana agar bisa mendapatkan bantuan dana juga dari APBN," katanya.
Dalam rancangan APBD 2015, Pemerintah Riau mengalokasikan Rp6,74 triliun untuk pengembangan infrastruktur. Jumlah tersebut setara dengan 62,9 persen dari total rancangan APBD Riau 2015 senilai Rp10,7 triliun.
Pemprov Riau akan mengembangkan jalan dan jembatan sepanjang 1.691,62 kilometer. Selain itu, alokasi pengembangan infrastruktur dalam rancangan APBD itu juga ditujukan untuk peningkatan penyediaan air bersih, rumah layak huni, dan peningkatan rasio elektrifikasi. (Advertorial)