Nilai tukar rupiah berpotensi menguat seiring terjadi aksi "buy on dip"

id Berita hari ini,berita riau terbaru, berita riau antara,rupiah

Nilai tukar rupiah berpotensi menguat seiring terjadi aksi "buy on dip"

Arsip foto - Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Jumat (17/1/2025). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/tom/pri.)

Jakarta (ANTARA) - Pengamat pasar uang Ariston Tjendra menilai, kurs rupiah berpotensi menguat seiring aksi buy on dip (membeli saat harga turun) karena harga telah tertekan cukup dalam di tengah ancaman penerapan kebijakan tarif dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Meksiko, Kanada, dan China.

Pagi ini, nilai tukar emerging market terhadap dolar AS cukup dengan rata-rata mengalami penguatan. Begitu pula dengan indeks saham Asia yang menunjukkan capaian positif.

“Di tengah ancaman penerapan kenaikan tarif dari Presiden Trump untuk Meksiko, Kanada dan China, pelaku pasar kembali masuk ke aset berisiko pagi ini. Bisa saja ini sebagai aksi buy on dip karena harga telah tertekan cukup dalam,” ungkapnya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Berdasarkan keadaan tersebut, dia memperkirakan kurs rupiah menguat terhadap dolar ke arah Rp16.500 dengan potensi resisten di kisaran Rp16.600.

Kendati demikian, sentimen dari kebijakan tarif AS masih berlangsung. Artinya, niat Trump untuk mengenakan tarif yang lebih tinggi belum redup.

“Sentimen ini bakal terus memberikan tekanan ke aset berisiko ke depannya,” ujar Ariston.

Seiring pelemahan rupiah yang sedang berlangsung beberapa hari terakhir karena sentimen-sentimen eksternal, dia menilai hal ini sudah diprediksi banyak pihak di tahun lalu.

“Sentimen-sentimen tersebut masih membayangi pergerakan pasar hingga saat ini. Apalagi, pasar masih skeptis dengan perkembangan ekonomi dalam negeri. Jadi, pelemahan rupiah ini ya masih terbilang wajar,” kata dia.

Nilai tukar rupiah (kurs) pada pembukaan perdagangan hari Senin di Jakarta menguat 56 poin atau 0,34 persen menjadi Rp16.540 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.596 per dolar AS.

Baca juga: Kepercayaan AS turun Rupiah potensi menguat

Baca juga: Nilai tukar rupiah Selasa pagi melemah jadi Rp16.292 per dolar AS