PLN bangun PLTS untuk melistriki Pulau Akar Batam Kepri

id Plts pulau akar, pln riau kepri

PLN bangun PLTS untuk melistriki Pulau Akar Batam Kepri

PLTS yang didirikan di Pulau Akar, Kepulauan Riau. (ANTARA/HO-PLN)

Pekanbaru (ANTARA) - PT PLN (Persero) terus berkomitmen untuk melistriki daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di seluruh Indonesia, salahsatunya di Pulau Akar, Kepulauan Riau.

Menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), PLN menghadirkan energi bersih untuk warga di Pulau Akar, Desa Pulau Setokok, Batam, Kepulauan Riau.

General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau (UIDRKR)Agung Murdifi menjelaskan PLN saat ini sedang melaksanakan membangun PLTS di Pulau Akar dengan kapasitas sebesar 152 kilowatt peak (kwp) dengan jaringan tegangan rendah sepanjang 1,28 kms.

“PLN menginisasi pemanfaatan energi yang ramah terhadap lingkungan, hal ini sejalan dengan program transisi energi menuju penggunaan energi bersih untuk melistriki masyarakat. Ke depan, PLN akan terus melakukan pembangunan dan mengembangkan pembangkit listrik yang ramah lingkungan di daerah-daerah terdepan. Pembangunan PLTS di Pulau Akar ini ditargetkan untuk melistriki 170 pelanggan yang ditagetkan rampung pada akhir tahun 2023,” papar Agung melalui pernyataannya di Pekanbaru, Kamis.

Petugas sedang memeriksa panel surya PLTS yang didirikan di Pulau Akar, Kepulauan Riau. (ANTARA/HO-PLN)


Agung mengatakan, PLN melakukan upaya percepatan melistriki dusun-dusun yang belum berlistrik. Mengingat ketersediaan listrik merupakan salah satu hal penting dalam kebutuhan hidup untuk menunjang akses pendidikan, ekonomi bahkan jangka panjang pertumbuhan bisnis dan industri di daerah.

“Hadirnya listrik PLN yang ramah lingkungan ini bisa mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan energi fosil untuk kegiatan sehari-hari. Harapannya, ekonomi dan produktivitas dapat meningkat serta mendorong kesejahteraan masyarakat Pulau Akar dan sekitarnya,” ujar Agung.

Selama ini, warga di Pulau Akar masih sulit mendapatkan akses listrik. Hal ini dikarenakan wilayah tersebut yang masih terisolir dan sulit dijangkau. Penggunaan pembangkit hijau yang dinilai praktis dipilih sebagai jawaban untuk melistriki daerah 3T dan menjadi salah satu upaya PLN untuk mendorong penggunaan energi hijau sekaligus mendukung tercapainya target net zero emission (NZE) pada 2060.