Kemenko Perekonomian gandeng Bank Dunia untuk melanjutkan program SLM-MDTF

id Berita hari ini, berita riau terbaru,berita riau antara,Bank Dunia

Kemenko Perekonomian gandeng Bank Dunia untuk melanjutkan program SLM-MDTF

Sekretaris Kementerian Koordinator (Sesmenko) Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan, Kemenko Perekonomian menggandeng Bank Dunia serta Kementerian/Lembaga (K/L) terkait untuk melanjutkan program Sustainable Landscape Management Multi Donor Trust Fund (SLM-MDTF) dengan cakupan sektor yang lebih luas, di Jakarta, Rabu (12/7/2023). (ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian.)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggandeng Bank Dunia serta Kementerian/Lembaga (K/L) terkait untuk melanjutkan program Sustainable Landscape Management Multi Donor Trust Fund (SLM-MDTF) dengan cakupan sektor lebih luas.

"Program SLM-MDTF ini tujuan utamanya untuk mendukung berbagai agenda Pemerintah dalam mewujudkan pengelolaan lanskap yang terintegrasi dan berkelanjutan,” kata Sekretaris Kemenko (Sesmenko) Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso melalui keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Program SLM-MDTF pada periode I telah berjalan sejak tahun 2016 dan berfokus pada penanganan mitigasi kebakaran lahan dan hutan. Kemudian pada periode II tahun 2020-2026, program tersebut berfokus untuk mendukung Pemerintah melalui enam komponen.

Enam komponen itu adalah Komponen Perbaikan Administrasi dan Tata Kelola Lahan, Pertanian Berkelanjutan, Pendanaan Iklim Berkelanjutan, Penguatan Koordinasi dan Komunikasi, serta Pengelolaan Lanskap yang Terpadu dan Berkelanjutan.

SLM-MDTF juga mendukung program strategis lain seperti penguatan kapasitas Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan rehabilitasi mangrove.

Manajemen pendanaan program SLM MDTF dikelola oleh Bank Dunia dengan sumber pendanaan dari Pemerintah Norwegia dan Australia.

Total kontribusi donor untuk program SLM-MDTF per Rapat Komite Pengarah per bulan Juni 2023 yaitu sebesar 36,05 juta dolar AS dengan pembagian 49,9 persen atau senilai 18,01 juta dolar AS untuk kegiatan yang bersifat bank executed, dan 49,8 persen atau senilai 17,96 juta dolar AS untuk kegiatan yang bersifat recipient executed.

Pada tahun 2023, Kemenko Perekonomian dan Bank Dunia melihat perlunya komposisi Komite Pengarah baru karena adanya ekspansi kegiatan SLM-MDTF pada sektor-sektor lanskap lainnya, baik di tingkat nasional maupun daerah. Komite Pengarah itu bertanggung jawab langsung dan melaporkan ke Menko Perekonomian secara berkala.

“Untuk mengelola pendanaan SLM-MDTF ini sudah ada Keputusan Menko Perekonomian mengenai Komite Pengarah untuk Program SLM-MDTF dimana di Kepmenko Nomor 302 Tahun 2023 ini sudah ditetapkan pembentukan Komite Pengarah untuk Program SLM-MDTF. Jadi, bedanya dengan di fase yang lalu adalah saat ini sudah ada timnya secara legal formal,” kata Susiwijono.

Lebih lanjut, Susiwijono menjelaskan bahwa hal penting dalam penetapan Kepmenko tersebut yaitu adanya struktur tim mulai dari pembentukan Komite Pengarah, tugas-tugasnya, dan juga terkait besaran program kerjanya dalam beberapa tahun ke depan di periode 2020-2026. Kepmenko tersebut diharapkan juga dapat menguatkan komitmen dan koordinasi antar K/L.

Susiwijono menambahkan, adanya Kepmenko itu juga memperjelas struktur keanggotaan Komite Pengarah, dengan co-chair Bank Dunia dan Kemenko Perekonomian.

Ketua I Komite Pengarah tersebut yakni Sesmenko Perekonomian, dan Portfolio and Operations Manager for The World Bank in Indonesia and Timor Leste sebagai Ketua II. Sementara dalam pelaksanaan harian diketuai oleh Staf Ahli Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa, dan Sumber Daya Alam Kemenko Perekonomian. Komite Pengarah tersebut beranggotakan para pejabat eselon I K/L terkait.

“Saya berharap nanti ke depan dengan dukungan penuh dari seluruh Kementerian dan Lembaga, program SLM-MDTF ini betul-betul bisa mendukung berbagai program dan agenda nasional Pemerintah Indonesia,” katanya pula.

Baca juga: Janet Yellen desak kepala baru Bank Dunia "manfaatkan maksimal neraca bank"

Baca juga: Bank Dunia minta negara Eropa Barat ikut bantu danai rekonstruksi Ukraina