Mafia Jabatan minta panjar Rp20 juta, sisanya dibayar setelah duduk

id Mafia pejabat, bupati kamsol

Mafia Jabatan minta panjar Rp20 juta, sisanya dibayar setelah duduk

Penjabat Bupati Kampar Dr Kamsol. (ANTARA/dok)

Bangkinang Kota (ANTARA) - Kaki tangan tim diduga mafia jabatan menyelusup di dua instansi Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar.

Informasi yang didapat, mereka yang dimintai uang jabatan ini membayar panjar terlebih dahulu sebesar Rp20 juta, sisanya harus dibayar kemudian atau setelah jabatan telah didapatkan.

"Adek saya sudah membayar kepada yang bersangkutan, setelah tahu bahwa itu bukan perintah Penjabat Bupati Kampar dia menyesal," kata salah seorang sumber kepada ANTARA, Rabu.

Sumber lain mengatakan, "Saudara saya juga dimintai, tapi untung dia bertanya dengan saya dulu, akhirnya dia tidak mau membayar,".

Lain lagi cerita yang disampaikan sumber lain. "Saya juga pernah ada yang menawarkan jabatan, tapi harus bayar sebesar Rp30 juta, tapi saya tak mau, namun kasihan teman saya kena juga hampir seratusan juta," ujarnya.

Awal Desember sebentar lagi, rencana diadakannya assessment menjadi pemicu tim mafia bergerak mencari untung dengan mengandalkan dan menjual kedekatannya dengan Penjabat Bupati Kampar Kamsol.

"Hati-hati, dengan iming-iming janji oknum yang tidak bertanggungjawab, saya tidak pernah menyuruh seseorang untuk meminta uang untuk jabatan tertentu," kata Kamsol yang sudah berulangkali mengingatkan.

"Saya minta semua masyarakat mengawasi kalau ada yang menjanjikan jabatan baik dari orang dekat keluarga dan siapapun jangan dipercaya laporkan saja kepada Aparat Penegak Hukum (APH), kita menginginkan ASN yang profesional punya tanggungjawab tinggi, mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat dari pada kepentingan pribadi dan golongan," tegasnya.