Pertamina Janji Atasi Kelangkaan Elpiji

id pertamina janji atasi kelangkaan elpiji

Pertamina Janji Atasi Kelangkaan Elpiji

Rengat, (Antarariau.com) - PT Pertamina menjanjikan segera mengatasi kelangkaan gas elpiji 12 kg dengan meningkatkan pasokan tabung gas elpiji untuk wilayah Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, dalam waktu beberapa hari ke depan.

"Komitmen itu disampaikan sehungungan terjadinya kelangkaan di Inhu selama ini, bahkan menjelang natal dan tahun baru Pertamina menjanjikan untuk menambah pasokan dua hingga tiga persen," kata Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagpas) Inhu, Ir Winaldi, di Rengat, Kamis.

Ia mengatakan kelangkaan gas elpiji 12 kg di wilayah Indragiri Hulu dapat mengganggu ibu-ibu rumah tangga dalam beraktivitas masak- memasak, keluhan itu perlu segera disikapi dengan bijak. Sementara pengawasan dan distribusi tabung gas elpiji 12 kg merupakan tanggungjawab langsung PT Pertamina.

Karena itu, setelah memastikan adanya kelangkaan gas elpiji 12 kg, Disperindagpas Inhu langsung berkoordinasi dengan PT Pertamina. Sedangkan Disperindag hanya bertanggungjawab untuk pengawasan tabung gas elpiji 3 kg.

"Tim dari Pertamina sudah turun ke Kabupaten Inhu untuk melakukan pemantauan langsung dilapangan," sebutnya.

Menurutnya, kelangkaan terjadi sesuai dengan hasil survei pihak Pertamina menyebutkan, ada pihak-pihak nakal yang memanfaatkan situasi.

Di Inhu ada tiga agen gas elpiji 12 kg, selebihnya adalah pihak-pihak yang menjual dengan mengambil dari agen, dan saat ini mereka tidak lagi dapat pasokan.

"Kami juga akan terus melihat perkembangan, namun juga berharap Pertamina komitmen dengan jajninya untuk mengatasi kelangkaan gas elpiji di Indragiri Hulu," haranya.

Sementara Yetni (38) salah satu warga Rengat mengatakan, sudah saatnya Pemkab Inhu bertindak tegas terhadap orang-orang yang memanfaatkan situasi hingga terjadinya kelangkaan di daerah. Bila memungkinkan sebutnya, Pemkab Inhu memberikan peluang kepada pihak lain untuk menjadi agen tambahan sekaligus mendata ulang jumlah kebutuhan daerah.

"Persoalan kebutuhan perlu pendataan ulang, karena data lalu berbeda dengan data warga yang membutuhkan saat ini," katanya.

Semakin hari kubutuhan gas elpiji semakin bertambah dengan adanya peningkatan jumlah rumah tangga. Dengan adanya survei ulang jumlah kebutuhan warga maka kedepan kelangkaan dapat diminimalisir. selain itu sebutnya, jika ditemukan ada penyalahgunaan oleh pihak tertentu harus ditindak tegas.