Berikut ini lima sosok pahlawan film versi Jefri Nichol

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, film

Berikut ini lima sosok pahlawan film versi Jefri Nichol

Aktor Jefri Nichol saat berbincang dengan ANTARA (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Jakarta (ANTARA) - Setiap orang memiliki pahlawan dalam hidupnya, begitu juga dengan Jefri Nichol yang mengaku punya lima sosok dianggapnya sebagai pahlawan dalam dunia film.

Pemain film "Aum!" ini mengatakan jatuh cinta pada dunia akting dan industri film Indonesia karena dipengaruhi oleh lima sosok yang dianggapnya sebagai pahlawan. Mereka pun memberikan inspirasi bagi Nichol dalam berakting.

"Pertama Nicholas Saputra, karena 'AADC' dan 'Janji Joni'. Karena dua film itu aku jadi suka film Indonesia," ujar Nichol saat berbincang dengan ANTARA belum lama ini.

Baca juga: Puteri Indonesia Ingin Film Pahlawan Perempuan Diperbanyak di Layar Lebar

Sosok pahlawan kedua adalah Reza Rahadian. Menurut Nichol kemampuan akting Reza benar-benar luar biasa dan dia hanya mampu bermimpi untuk bisa mencapai level seperti pemain film "Habibie & Ainun" tersebut.

Pahlawan ketiga adalah aktor Tio Pakusadewo. Nichol pertama kali bertemu dengan Tio dalam film "Pertaruhan', yang merupakan film pertamanya.

Dari sana, Tio banyak bercerita soal industri film dan aktor-aktor Indonesia. Sejak saat itu, Nichol menjadi jatuh cinta dengan dunia film dan akting.

Baca juga: Netflix konfirmasi kehadiran musim ketiga dari serial "The Witcher"

"Om Tio juga ngemong banget dan dia juga nyeritain gimana kondisi aktor di Indonesia, kondisi filmnya. Karena dia cerita tentang itu, aku jadi cinta sama film Indonesia," kata bintang "Dear Nathan" itu.

Lalu ada aktor Adipati Dolken yang banyak berbagi cerita dan masukan soal akting. Nichol merasa bisa sampai sejauh ini bermain film berkat dukungan dari Adipati.

Sosok pahlawan yang terakhir adalah Norman Rivianto Akyuwen yang merupakan aktor dan juga pelatih akting. Norman adalah pelatih akting pertama Nichol, ia banyak belajar soal membedah karakter dalam sebuah film.

Baca juga: Pahlawan dari Marvel, Black Panther hadir di pembukaan kembali Museum Madame Tussauds

"Karena dia aku jadi tahu critical thinking. Aku jadi tahu cara membedah skrip, itu benar-benar detail dipikirin semua kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi di luar skrip," ujar Nichol.

"Mereka orang-orang hebat semua, aku beruntung bisa bertemu mereka," lanjutnya.

Sementara itu, Nichol mengaku yakin memilih industri film sebagai jalan hidupnya setelah terlibat dalam proyek "Pertaruhan", di mana ia bertemu dengan Adipati dan Tio. Dia mengatakan sempat merasa dilema lantaran harus memilih antara sekolah dan karir film.

Baca juga: Robert Pattinson beri bocoran film "The Batman"

"Waktu itu aku lagi PKL, SMK IT. Aku PKL sambil casting, pas dapat aku harus milih nih antara lanjutin SMK atau lanjutin castingnya. Karena aku minta izin ke sekolah untuk ambil proyek enggak dikasih," ujar pria kelahiran 15 Januari 1999 itu.

"Sempat galau banget dilema, karena passion aku ke IT dan juga film. Mungkin ini kesempatan sekali seumur hidup karena SMK aku masih bisa belajar ditempat lain, kalau aku homeschooling dulu lanjutin di tempat lain. Pas keterima casting, aku langsung mikir ini emang lagi jalan gue," lanjutnya.