Luas peremajaan sawit di Aceh kalahkan Riau, ini luasnya

id Aceh,Apkasindo,Riau,Kelapa Sawit,peremajaan sawit,replanting,PSR,perkebunan,pertanian,ekonomi,bisnis,CPO

Luas peremajaan sawit di  Aceh kalahkan Riau, ini luasnya

Ilustrasi - petani sedang mengangkut kelapa sawit (ANTARA/Suprian)

Banda Aceh (ANTARA) - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mencatat program peremajaan sawit rakyat (PSR) di Provinsi Aceh sudah mencapai 47 ribu hektare, mengalahkan Provinsi Riau sebagai daerah dengan kebun sawit terluas di Tanah Air.

"47 ribu hektare sudah PSR di Aceh hingga hari ini (2021), tapi Riau yang luas sawitnya 4,1 juta hektare saja sampai hari ini PSR nya baru mencapai 9,600 hektare," kata Ketua Umum DPP Apkasindo Gulat Medali Emas Manurung, di Banda Aceh, Senin.

Pernyataan tersebut disampaikan Gulat Medali Emas Manarung saat memberikan sambutan pada perhelatan pengukuhan pengurus Apkasindo Provinsi Aceh, di Banda Aceh.

Gulat menyampaikan, Aceh memiliki lahan perkebunan sawit seluas 535 ribu hektare, atau 3,27 persen dari total luas kelapa sawit Indonesia.

"Dari luas lahan 535 ribu hektare tersebut, lahan yang dikelola oleh masyarakat mencapai 240 ribu hektare atau setara dengan 44,92 persen," ujarnya.

Gulat menuturkan, dari total 240 ribu hektare lahan sawit masyarakat Aceh itu, yang telah direplanting terhitung sejak 2018 sampai dengan 2020 mencapai 30.600 ribu hektare, dan dari total luas lahan petani tersebut sebesar 12,73 persen sudah di PSR kan.

Gulat menyebutkan, Aceh merupakan daerah urutan ke 21 tingkat luasan lahan sawitnya di Indonesia. Namun, persentase PSR Aceh lebih luas jika dibandingkan dengan daerah yang memiliki lahan sawit lebih luas.

"Seperti provinsi Riau, total luas lahan sawit di sana 4,197 juta hektare, tetapi dari 22 provinsi Apkasindo, Aceh yang paling luas persentase PSR nya. Aceh juara satu untuk PSR nasional," kata Gulat.

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Pertanian telah membuat program peremajaan sawit rakyat (PSR) 500 ribu hektare, atau penanaman kembali pohon sawit.

Dalam menjalankan program ini pemerintah juga memberikan bantuan pendanaan triliunan rupiah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk pelaksanaan peremajaan sawit rakyat di seluruh Indonesia tersebut.

Baca juga: Petani sawit pertanyakan pungutan hingga Rp2,9 miliar

Baca juga: Satu juta hektare sawit Riau nunggak pajak