Kemenhub dorong optimalisasi muatan balik tol laut, khususnya di Fakfak Papua

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, tol laut

Kemenhub dorong optimalisasi muatan balik tol laut, khususnya di Fakfak Papua

Ilustrasi - Direktorat Lalu Lintas Angkutan Laut melakukan trobosan mengoptimalkan kapal tol laut dengan memperluas jangkauan hingga daerah pegunungan Papua yaitu dengan multimoda bekerjasama angkutan darat dan udara. (ANTARA/Kemenhub)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mendorong optimalisasi muatan balik tol laut, khususnya di Fakfak Papua, dengan menggelar rapat koordinasi lintas sektoral.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Fakfak, Faisal Fattah, mengatakan rakor dilakukan bersama stakeholder pelabuhan guna membahas optimalisasi muatan balik tol Laut tahun 2021 di wilayah tersebut.

Baca juga: Muatan kapal tol laut Pelni meningkat hampir 300 persen Semester I 2020

Melalui rakor tersebut ia mengharapkan muatan balik tol laut dari daerah tersebut meningkat, mengingat banyak potensi produk-produk lokal unggulan yang dapat dikirim ke daerah lain.

"Harapan saya semoga dengan rakor ini bisa meningkatkan muatan balik tol laut dengan menggali potensi komoditas yang ada di Fakfak dan sekitarnya, termasuk dari Bintuni dan Wahai melalui pemuatan pala di Pelabuhan Fakfak," kata Faisal dalam rilis di Jakarta, Sabtu.

Ia menjelaskan keberadaan tol laut tidak hanya bertujuan untuk menekan disparitas harga antar daerah, namun juga dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Namun hal tersebut dapat dicapai jika muatan balik tol laut dapat dioptimalkan, sehingga produk-produk lokal bisa terkirim ke pasar yang lebih jauh dan menguntungkan.

Dia melanjutkan optimalisasi muatan balik tol laut ini dapat menjadi sarana perbaikan perekonomian dan penghasilan masyarakat. Oleh karena itu pihaknya akan terus mengajak dan mendorong bahkan memfasilitasi masyarakat yang akan memanfaatkan tol laut untuk mengirimkan produk mereka.

"Produk-produk lokal tersebut nantinya dikirim ke Pulau Jawa melalui Surabaya sesuai tujuan kapal tol laut dari Fakfak ke Surabaya. Selain pala, produk unggulan dari sini adalah ikan beku dan telur ikan terbang," ungkapnya.

Ia mengungkapkan tol laut telah memberikan manfaat dan kemudahan yang bisa langsung dirasakan masyarakat, mengingat angkutan laut menjadi andalan dalam pengiriman logistik.

"Masyarakat sangat terbantu dengan hadirnya tol laut karena ada pilihan pengangkutan dari Surabaya dengan harga pengiriman yang lebih murah dengan kapal kontainer lainnya," kata Faisal.

Hadir dalam rapat koordinasi tersebut diantaranya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Fakfak, Dinas Perindagkop, PT Pelindo cabang Fakfak, PT Pelni cabang Fakfak, PT Temas selaku operator Tol Laut, PBM, Koperasi TKBM FakFak, EMKL dan para pelaku usaha di Fakfak.

Baca juga: Kemenhub umumkan pemberian penghargaan untuk pendukung tol laut

Baca juga: Sekitar 1.000 ton semen tenggelam bersama kapal tol laut di Lembata


Pewarta: Adimas Raditya Fahky P