Jaga Kampung, gerakan mewujudkan ketahanan pangan

id Riau, Polda Riau,jaga kampung, polres bengkalis

Jaga Kampung, gerakan mewujudkan ketahanan pangan

Kapolda Riau Inspektur Jenderal Polisi Agung Setya Imam Effendi dan Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution melakukan penanaman simbolis jagung dalam program Gerakan Jaga Kampung, Kamis. (ANTARA/Anggi Romadhoni)

Pekanbaru (ANTARA) - Syukur, pria paruh baya asal Kabupaten Kampar itu tersenyum lebar. Digenggam erat sekarung benih jagung yang akan ia tanam di lahan seluas empat hektare bersama kelompok taninya. Lahan pertanian itu akan cukup membuat dapurnya terus mengepul saat situasi serba sulit akibat pandemi Corona.

Syukur adalah salah satu petani tradisional yang menjadi sasaran program Gerakan Jaga Kampung. Program itu merupakan adopsi dari program serupa yang diluncurkan serentak oleh Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kamis.

Di Riau, program itu kemudian berganti menjadi Gerakan Jaga Kampung. Esensinya tetap sama, hanya saja disesuaikan dengan sosiologi masyarakat Bumi Lancang Kuning.

Program Gerakan Kampung Tangguh diluncurkan serentak di 12 kabupaten kota se Provinsi Riau, dan dipusatkan di gedung Sekolah Polisi Negara Polda Riau, Kabupaten Kampar.

Kapolda Riau Inspektur Jenderal Polisi Agung Setya Imam Effendi mengatakan gerakan itu menitikberatkan penguatan dan keberlangsungan ekonomi para petani.

Penguatan para petani menjadi hal mendasar yang harus dilakukan saat ini. Petani adalah representasi kekuatan bangsa Indonesia. Dengan program Jaga Kampung, ia mengatakan Polri, TNI dan Pemerintah Daerah bahu membahu menjaga petani dalam mewujudkan ketahanan pangan.

"Penguatan para petani menjadi hal penting bagi kita semua agar tidak terdampak COVID-19, dalam artian tidak terdampak penularan dan terjaga ketahanan pangannya," kata Kapolda Riau Inspektur Jenderal Polisi Agung Setya Imam Effendi.

Sejauh ini, Gerakan Jaga Kampung Polda Riau telah membuka 200 hektare kawasan pertanian baru di seluruh Riau. Selain pertanian, kegiatan budidaya juga dikombinasikan dengan perikanan atau sistem pertanian terpadu.

Selain itu, ia mengakui jika sektor pertanian tidak bisa lepas dengan keberadaan tengkulak. Selama ini, ia mengatakan petani selalu dilemahkan dengan harga jual komoditas yang rendah. Untuk itu, dalam program tersebut pihaknya juga menggandeng perusahaan swasta untuk menampung hasil tani.

"Ini kegiatan kolaborasikan semua hal. Dari Japfa siap menampung hasil panen jagungnya. Selama ini petani selalu lemah karena ditekan dengan harga tengkulak, kita harus buat petani kuat," ujarnya.

Dengan program tersebut, jenderal bintang dua itu mengatakan setiap kampung di Riau akan lebih kuat. Setiap kampung juga akan mampu menjaga ketahanan pangan dan diharapkan dapat berdampak dengan menguatnya ketahanan pangan di tingkat kabupaten kota, provinsi dan nasional.

Selain petani, Gerakan Jaga Kampung juga menyasar para nelayan di pesisir Riau. Program itu tengah berjalan dengan pendampingan Direktorat Polisi Perairan.

Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution mengatakan bahwa gerakan yang diinisiasi TNI dan Polri itu menunjukkan soliditas prima antar kedua institusi. Di tengah situasi pandemi seperti ini, dia mengatakan soliditas akan memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat.

"Gerakan ini luar biasa dalam rangka membangkitkan ekonomi yang sampai kapan kita belum tahu. Kita tidak ingin ekonomi terpuruk sementara di sisi lain ada pembatasan," kata Edy.

Baca juga: Polres Bengkalis luncurkan program jaga kampung
Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar