Dua ibu menyusui di Tulungagung positif COVID-19

id pandemi covid, pasien covid, covid tulungagung, wabah corona,swab PCR

Dua ibu menyusui di Tulungagung positif COVID-19

Petugas mengambil sampel lendir dengan teknik swab tenggorokan peserta tes PCR (Polymerase Chain Reacktion) keliling di Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (29/5/2020). Lebih dari 200 orang yang terdiri dari tenaga medis di RSUD dr. Iskak Tulungagung dan tiga puskesmas penyangga COVID-19, serta pasien berstatus PDP yang dkarantina di Rusunawa IAIN Tulungagung, diperiksa sampel lendir tenggorokannya untuk mendeteksi ada/tidaknya infeksi Corona atau SARS-Cov-2 di antara mereka. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Seorang anak usia 12 tahun dan dua ibu menyusui di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dinyatakan positif corona berdasarkan hasil swab tes PCR yang dilakukan di Laboratorium Balitbangkes, Kemenkes, Jakarta.

Jutu Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tulungagung, Galih Nusantoro di Tulungagung, Sabtu menjelaskan, ketiganya merupakan bagian dari tambahan tujuh kasus baru yang disampaikan tim Gugas COVID-19 Tulungagung mengenai perkembangan kasus corona di wilayahnya, Sabtu, 28 Mei 2020.

"Tujuh kasus baru itu, tiga di antaranya merupakan karyawan pabrik rokok (PR) Simustika asal Pakel, satu anak-anak yang tertular dari neneknya yang karyawan pabrik rokok dan positif COVID-19, sedangkan tiga lainnya pasien PDP (pasien dalam pengawasan)," katanya.

Dengan tambahan tujuh pasien terkonfirmasi positif infeksi SARS-CoV-2 ini, total kasus COVID-19 di Tulungagung hingga 30 Mei 2020 berjumlah 64 orang.

Tujuh pasien COVID-19 baru ini diketahui berasal dari Kecamatan Sendang (satu orang), Karangrejo (satu orang), Pakel (tiga orang) dan Boyolangu (dua orang).

Galih menjelaskan, pasien COVID-19 asal Boyolangu dan Pakel semua berada di lokasi karantina.

Untuk dua lainnya yang berstatus menyusui, asal Karangrejo dan Sendang menjalani isolasi di rumah karena alasan punya anak bayi usia di bawah lima tahun (balita).

Terhadap bayi yang disusui, Galih memastikan hasil rapid testnonreaktif. Demikian juga hasil tracing ke kontak dekat kedua ibu muda yang terpapar COVID-19.

Hanya saja, katanya, dari mana asal-usul penularan wabah SARS-CoV-19 terhadap kedua ibu muda itu belum diketahui.

Galih mengatakan bahwa tim epidemiologi masih akan melakukan penelusuran untuk mengidentifikasi zero pointpenularan virus coronajenis baru itu terhadap kedua ibu menyusui.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar