Presiden Jokowi terus pantau evakuasi 188 WNI dari kapal pesiar World Dream

id Berita hari ini, berita riau terkini, berita riau antara,corona

Presiden Jokowi terus pantau evakuasi 188 WNI dari kapal pesiar World Dream

Sejumlah WNI awak kapal World Dream menyantap makanan di kapal rumah sakit TNI AL, KRI dr Soeharso-990, dalam pelayaran menuju lokasi observasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Kamis (27/2/2020). (ANTARA FOTO/HO/Dinas Penerangan TNI AL)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo terus memantau proses evakuasi 188 WNI dari kapal pesiar World Dream di Hong Kong ke Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Mereka WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal pesiar itu.

"Presiden RI Joko Widodo terus memantau proses evakuasi 188 warga negara Indonesia. Presiden setiap saat memantau proses evakuasi kemanusiaan tahap dua dari World Dream ke Pulau Sebaru Kecil," ujar Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, di Jakarta, Jumat.

Ia juga selalu memberikan laporan perkembangan terakhir kepada Jokowi terkait evakuasi WNI. Pada sisi lain, Jokowi juga terus mendapatkan informasi dari Menteri Koordinator bidang PMK, Muhadjir Effendy, dan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD.

Pemerintah tengah mengupayakan evakuasi ratusan WNI dari dua kapal yang di dalamnya terdapat pasien positif terjangkit virus corona, masing-masing yakni 188 WNI dari kapal pesiar World Dream di Hong Kong dan 68 WNI dari kapal pesiar Diamond Princess, di Yokohama, Jepang.

Sebanyak 188 WNI tengah dievakuasi dari kapal pesiar World Dream di Hong Kong, menggunakan kapal rumah sakit TNI AL, KRI Dr Soeharso-990. 188 WNI itu diperkirakan tiba di Pulau Sebaru Kecil, Jumat siang ini.

Sementara 68 WNI dari kapal pesiar Diamond Princess juga tengah dievakuasi menggunakan pesawat berbadan lebar dan diperkirakan juga akan diobservasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu.

Pulau Sebaru Kecil di Kepulauan Seribu merupakan pulau tak berpenghuni yang disiapkan untuk mengobservasi para WNI. Meskipun para WNI telah dinyatakan sehat selama proses evakuasi, namun sesuai standar WHO, observasi tetap harus dilakukan selama 14 hari.

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga