Pola makan buruk bisa turunkan jumlah sperma

id Berita hari ini, berita riau terkini, berita riau antara, pola makan,kesehatan

Pola makan buruk bisa turunkan jumlah sperma

Ilustrasi diet rendah karbohidrat. (Antara/Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) - Pola makan yang buruk bisa menurunkan kualitas dan jumlah sperma, menurut sebuah studi dalam jurnal JAMA Network Open.

Untuk sampai pada temuan itu, para peneliti melibatkan 3000 orang pria di Denmark. Mereka membagi responden menjadi empat kelompok yakni: mereka yang mengonsumsi makanan pola barat, pola bijaksana (paling sehat), pola sandwich (roti isi) dan pola seperti vegetarian (rendah daging).

Baca juga: Benarkah pola makan buruk bisa sebabkan kebutaan?

Pola diet barat diidentikkan dengan konsumsi pizza, burger, kentang goreng, daging olahan, minuman energi dan bir.

Lalu pola bijaksana berhubungan dengan konsumsi sayuran, buah-buahan, ikan, unggas, air, sereal dan telur. Pola sandwich terdiri dari roti Denmark, daging olahan dingin, ikan, telur dan anggur.

Sementara pola konsumsi nabati termasuk minuman manis, minuman energi, biji-bijian, sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, telur, tomat, kopi.

Hasil studi menunjukkan, pria muda yang makan banyak pizza, burger, kentang goreng, dan makanan manis, memiliki jumlah sperma 25 persen lebih rendah daripada mereka yang makan sayuran, ikan, dan buah-buahan.

Jumlah sperma mereka turun dari sekitar 167 juta (pada para pria dengan pola makan sehat) ke angka 125 juta.

Sementara, pria yang menerapkan pola makan nabati memiliki rerata jumlah sperma sebanyak 151 juta.

Peneliti seperti dilansir Indian Express mengatakan, studi ini menegaskan kembali fakta makanan secara langsung berhubungan dengan kesehatan reproduksi pria.

Faktanya, banyak penelitian lain menunjukkan, kualitas semen telah memburuk di banyak negara barat dalam beberapa dekade terakhir.

Baca juga: Lebaran, Hati-Hati Mengatur Pola Makan

Baca juga: Puskesmas Riau Diharapkan Untuk Menyosialisasikan Pola Makan Sehat Saat puasa


Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar