EMP Bentu Ltd pasok gas Riau 82 juta kaki kubik per hari

id Gas,PT EMP Bentu, jargas riau

EMP Bentu Ltd pasok gas Riau 82 juta kaki kubik per hari

External and Internal Relation Coordinator EMP Bentu Ltd, Zulfan menyebutkan perusahaan itu mampu produksi gas bagi kebutuhan Riau sebesar 82 MMSCFD. (ANTARA/Vera Lusiana)

Pekanbaru (ANTARA) - PT EMP Bentu Ltd pasok gas sebanyak 82 juta standar kaki kubik per rari atau Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) guna memenuhi permintaan sejumlah perusahaan di Provinsi Riau.

"Sesuai serapan konsumen saat ini, produksi baru sebesar 82 MMSCFD, atau 80 persen dari target Work Plan and Budget (WP&B)," kata External and Internal Relation Coordinator EMP Bentu Ltd, Zulfan, kepada Antara di Pekanbaru, Rabu.

Zulfan menjelaskan EMP Bentu Ltd pada tahun 2019 sudah dipatok produksi gasnya sesuai dengan target Work Plan and Budget (WP&B) sebesar 97,9 (MMSCFD).

Dia mengakui, memang target yang dipatok belum seratus persen terserap karena pola tambang gas sesuai yang yang dibutuhkan dan yang dikeluarkan.

Ia menyebutkan gas yang dikeluarkan sebesar 82 MMSCFD itu kini diserap oleh enam industri strategis di Provinsi Riau. Masing -masing perusahaan yang kini menjadi pelanggan gas tersebut yakni PLN di Pekanbaru, PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP), Perusda Tuah Sekata, Pertamina City Gas Pekanbaru, Pertamina City Gas Dumai, Pertamina RU II Dumai.

"Adapun besaran serapan gas masing-masing berbeda, sesuai dengan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG), seperti PLN Pekanbaru 30 MMSCFD, RAPP 21 MMSCFD, Perusda Tuah Sekata 6 MMSCFD, Pertamina RU II Dumai baru 32 MMSCFD dari kontrak 50-57 MMSCFD, serta Pertamina CityGas Pekanbaru dan Dumai sekitar 0,2 MMSCFD," rincinya.

Ia menuturkan produksi sebesar 82 MMSCFD itu dihasilkan oleh 14 sumur yang tersebar di dua blok yakni Korinci Baru di Kabupaten Pelalawan dan Bentu di Langgam, Kabupaten Kampar.

Menurut dia lagi, 14 sumur gas yang dimiliki EMP Bentu Ltd itu bertambah pada akhir tahun 2018, setelah sebelumnya hanya tujuh sumur.

"14 sumur yang kita miliki itu tinggal satu yang belum beroperasi," pungkasnya.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar