Melacak silat bertuah Kuantan Singingi

id Silat bertuah, Silat bertuah kuansing

Melacak silat bertuah Kuantan Singingi

Silat Bertuah (Pendekar silat bertuah Kuansing)

Silat bertuah Kuansing
Rengat, Indragiri Hulu (ANTARA) - Bersilat merupakan bagian dari olah raga dan hobi, sebahagian juga hanya ingin tahu dan belajar beladiri. Sebenarnya banyak perguruan silat yang ada di Tanah Air, namun sangat berbeda dengan yang satu ini, bela diri silat bertuah namanya.

Hanya ditempuh dengan kendaraan berkisar 15 menit dari Kota Teluk Kuantan menunju Sentajo, maka bertemulah kita

sebuah laman perguruan bela diri dengan sebutan Silat Bertuah yang konon kabarnya sudah berumur hampir setengah abad dan hingga sampai saat ini masih bertahan dan lestari.

Di dalam laman yang berukuran 4x6 meter itulah tempat para pesilat belajar, menimba ilmu, beradu dan bergulat diajari oleh seorang guru yang disebut pendekar. mereka belajar langkah empat.

Jika dari Kota Pekanbaru hanya dengan jarak 165 kilometer atau selama empat jam perjalanan saja menuju padepokan silat

bertuah yang hingga saat ini dikenal luas. Hingga detik ini ratusan pendekar lahir dari padepokantersebut.

Belajar silat bukan untuk menjadi preman, atau jago-jagoan, tetapi lebih kepada beladiri dan olah raga, namun di laman ini

selain itu juga untuk menjalin silaturahmi serta pelestarian seni budaya lokal agar tidak usang dan lenyap.

Manfaat belajar silat

Padepokan silat tertua, "Silat Bertuah" masih terus mencoba melestarikan tradisi pencak silat di Kabupaten Kuantan Singingi. Perguruan yang tersebar di sejumlah kecamatan itu sering melakukan latihan di malam hari. sebelum belajar dan diajar, ada prosesi tertentu yang harus dilakukan.

Prosesi itu harus terjaga dengan baik, dilestarikan, namun tidak untuk diperlihatkan secara umum karena sifatnya rahasia yang memiliki energi mistis tersendiri. Jika salah biasanya ada hal yang kemungkinan terjadi di luar dugaan manusia yang disebut tuahnya.

"Ada lima urutan guru sebelum saya. Yang pertama belajar di Malaysia lalu membuka di Kuantan Singingi" kata salah satu Guru Besar Perguruan Silat Bertuah, M. Yunusbelum lama ini.

Sebagai salah guru tua pendekar Silat Bertuah, M. Yunus menjelaskan cikal bakal perguruan tersebut yang diperkirakan

ada sejak tahun 1719 dan berakar dari Negeri Jiran Malaysia.

Ia mengatakan, sejak dibukanya perguruan di Kecamatan Sentajo Raya Kuansing,ribuan murid telah belajar, bahkan

sudah puluhan tempat belajar yang dibuka di tempat lain, namun masih menjadi laman (tempat berlatih silat). Salah satu yang tertua ada di Desa Koto Kecamatan Sentajo Raya sebagai induk yang jaraknya berkisar lima kilometer dari pusat kota.

Pendekar tua yang berjulukan Datuk Malinini menyebutkan, dirinya adalah keturunan ke lima sejak perguruan ini dibuka di Kuantan Singingi. Hingga saat ini semua murid yang pernah belajar dari berbagai daerah berkumpul setiap bulan Ramadhan untuk

bermain silat dan bersilahturahmisesama.

"Saya bangga karena silat ini masih terus berjaya dan di Desa Koto Sentajo ini. Ada masjid tua dan makam guru nomor dua

setelah dibukanya perguruan, di sini," sebutnya.

Silat Bertuah terkenal sangat sakti dan memiliki ilmu kebatinan tinggi yang terbukti hingga saat ini, walaupun sekali

belajar tetapi kekuatan mistiknya sangat terasa dan luar biasa. Hal ini terlihat jika ada ancaman dan bahaya mengancam

murid yang sudah belajar.

Bersilat tidak terlepas dari kebatinan, setiap yang sudah belajar dan apalagi sudah dipanggil seorang pendekar rata -rata sudah memiliki ilmu kebatinan yang tinggi. Jadi, belajar silat bukan saja belajar teknik pertahanan atau menyerang secara fisik, tetapi juga pertahanan secara kebatinan.

Menjadi murid silat bertuah

Untuk menjadi murid dari perguruan ini sangat mudah, cukup dengan mendatangi seorang guru lalu meminta izin untuk

belajar dan bersedia menyiapkan persyaratan yang diminta dengan ikhlas juga mentaati peraturan padepokan.

Setelah mendapat persetujuan, menyerahkan kelengkapan persyaratan baru dicari waktu yang baik untuk melakukan prosesi

pembelajaran yang biasanya dilakukan oleh induk berompat dihadiri oleh sejumlah murid yang lain.

Setelah prosesi selesai maka guru atau wakil guru akan mengajarkan langkah-langkah utama yang dimiliki perguruan

hingga beberapa hari atau malam sampai berhasil. Selanjutnya ada istilah belajar di rumah sebagai sarana mempelajari ilmu

kebatianan milik perguruan.

Berkaitan dengan kebatinan ini, tidak semua murid akan diberi, guru akan banyak mempertimbangkan, dan menilai kelayakan

sambil diberikan doa-doa perguruan. Akan tetapi seiring proses berjalan, dengan sendirinya tuah dari perguran akan muncul

sendiri pada diri murid sebagaimana sering disebut ilmu laduni.

Teknik dasar

Silat Bertuah tidak jauh berbeda dengan silat lainnya dalam hal teknik, pencak silat merupakan seni bela diri

tradisional yang telah ada sejak Indonesia belum merdeka. Olahraga ini tak hanya terkenal di Tanah Air dan beberapa negara di Asia Tenggara saja, tapi juga kini dikenal luas di seluruh dunia, mulai dari benua Eropa,

Amerika, hingga Australia.

Yang membuat pencak silat istimewa adalah seni bela diri ini menggunakan gerakan-gerakan yang mirip seperti tarian dalam

pertarungannya. Tentunya tidak mudah untuk menguasai bela diri pencak silat, namun tidak usah khawatir, kita bisa memulainya dengan menguasai 10 teknik dasar pencak silat dan penjelasannya berikut.

Silat langkah tigo, ampek, dan sambilan

Seperti ada perguruan lain ada istilah Silat Langkah Tigo ( langkah tiga ) seperti yang ada di Sumatra Barat yang pada

asalnya milik Kucieng Siam, Harimau Campo, dan Kambieng Hutan yang secara geografis berasal dari daratan Asia Tenggara.

Akan tetapi setelah berada di Minangkabau disesuaikan dengan kepribadian yang diwarnai pandangan hidup, yaitu agama

Islam, di masa itu Islam belum lagi secara murni diamalkan, karena pengaruh kepercayaan lama dan pelbagai

filsafat yang dianut belum terkikis habis dalam diri mereka.

Namun dalam ilmu silat pusaka yang berbentuk Langkah Tigo dan juga dinamakan Silek Tuo, mulai disempurnakan dengan

mengisikan pengkajian faham dari berbagai aliran Islam, memperturunkan ilmu silat tidak boleh sembarangan.

Faham Al Hulul / Wihdatul Wujud memegang peranan, terutama dalam pengisian kebatinan (silat batin). Tarekat ( metode )

pendidikan Al Hallaj yang diwarnai unsur-unsur filsafat pythagoras yang bersifat mistik menjadi pegangan bagi guru-guru

silat untuk tidak mau menurunkan ilmu silat kepada sembarangan orang.

Angka 3 sebagai “hakikat” menjadi rahasia dan harus disimpan. Untuk menjamin kerahasiaannya, maka ilmu silat tidak

pernah dibukukan. Dalam pengalaman dan penelitian yang dilakukan kenyataan menunjukkan, bahwa amanat ”suatu pengkajian yang berrsifat rahasia ” itu sampai kini masih berlaku bagi orang-orang tua Minangkabau.

Langkah Tigo dalam silat Minang, di dalamnya terdapat gerak-gerak yang sempurna untuk menghadapi segala kemungkinan yang

dilakukan lawan. Perhitungan angka tiga disejalankan dengan wirid dan latihan, inipun tidak semua orang dapat memahami

dan mengamalkannya karena mistik.

Kaifiat atau pelaksanaannya dilakukan secara konsentrasi sewaktu membuat langkah tigo. setiap langkah ditekankan pada ”

Alif, Dal, Mim “Tagak Alif, Pitunggue Adam, Langkah Muhammad Tegak Allah, Kuda-kuda bagi Adam, Kelit dari Muhammad,

Tangkapan oleh Ali, dan tendangan beserta Malaikat.

Silat bertuah tidak jauh berbeda pada dasarnya dengan hal tersebut di atas, hanya saja pengembangan dan ringkasan yang

dinilai lebih peaktis sehingga belajar tidak terlalu sulit.

Silat Langkah Ampek

Pembentukan Silat Langkah Ampek oleh Ninik Datuk Suri Diraja di Pariangan serentak dengan Silat Langkah Tigo. Silat

Langkah Ampek, berasal dari gerak-gerak silat Anjieng Mualim dan pengawasannya turun temurun juga diserahkan pada

Harimau Campo, yang dapat menjelma bila disalahi membawakannya. Oleh karena si penciptanya telah menyeragamkan bentuk

dan metode serta pengisiannya. maka silat Langkah Ampek pun dimulai dengan Tagak Alif.

Perbedaannya terletak pada perhitungan angka yaitu 4, sebagai angka istimewa (ingat mistik Pythagoras). Walaupun bersifat mistik dan sukar dipahami bagi awam, namun bagi Pesilat sangat diyakini kebenarannya. Sewaktu membuka Langkah

Ampek dilakukan konsentrasi pada Alif, Lam, Lam, Hu.

SILAT LANGKAH SEMBILAN

Perhitungan langkah dalam Silat Minang yang terakhir adalah sembilan. Dari mana datangnya angka sembilan. Dalam

pengkajian silat dinyatakan sebagai berikut: Langkah 3 + Langkah 4 = langkah 7. Itu baru perhitungan batang atau

tonggaknya. Penambahan 2 langkah adalah :

"Tagak Alif gantung dengan penekanan pada ” Illa Hu ” ini diartikan satu langkah. Mim Tasydid dalam kesatuan Allah dan Muhammad, gerak batin yang menentukan, berarti satu langkah,"

Menurut faham Al Hulul bahwa apabila yang Hakikat menyatakan dirinya atau memancarkan sinarnya dalam realitasNya yang penuh; itulah keindahan, Pesilat itu adalah seniman dan seorang seniman adalah orang yang tajam dan tilik pandangannya,

yang dapat melihat keindahan Ilahi dalam dirinya.

Silat Langkah sembilan biasanya dibawakan sebagai “Pencak” (Minangkabau: Mancak), artinya : Menari. Dalam kata majemuk

“Pencak-Silat” dimaksudkan “Tari Silat”, langkah Sembilan memperlihatkan pengembangan gerak-gerak ritmis, dengan tidak

meninggalkan unsur-unsur gerak silat.

Silat bertuah ada mempelajari langkah tersebut, namun lebih kepada penekanan pertahanan diri dan menangkap,mengelak dan

membanting, selain itu secara otomatis tuah dari persilatan akan muncul seketika, hanya saja tidak dibenarkan

menyombongkan diri.

Menjadi pendekar

Bermula dari kebutuhan untuk bertahan hidup dan mempertahankan diri, pencak silat kini sohor ke segala penjuru dunia

sebagai beladiri Indonesia, dalam berbagai perguruan silat yang disebut pendekar adalah yang sudah mumpuni dan disahkan

oleh sejumlah guru.

Pendekat memiliki beberapa murid, dan memiliki laman sendiri yang aktif, pendekar siap membela perguruan dan murid jika

ada sesuatu yang menjadi rintangan dan hambatan, namun hanya sebatas bela diri dan perguruan.

"Pencak silat Indonesia, satu dari sekian produk budaya bangsa yang tergolong seni beladiri itu berakar dari masa ketika

Nusantara masih dipenuhi kerajaan yang silih berganti berjaya dan tumbang,".

Tak heran bila di setiap ajang olahraga yang mengikutsertakan pencak silat, Indonesia kerap mendominasi. Terakhir, di

Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, kontingen tuan rumah meraup 14 dari 16 emas yang diperebutkan.

Beragam pentas olahraga itu menjadi agen yang meningkatkan popularitas silat, namun, belakangan silat kian mendunia

lewat perfilman.

Buah Peradaban Austronesia

Bicara muasal silat, ada juga sumber menyebutkan bahwa , nyaris mustahil ditelusuri detailnya. Namun, dari berbagai

temuan arkeologi, silat sebagai beladiri sudah eksis di Nusantara sejak peradaban Austronesia, masa yang menurut

arkeolog Universitas Indonesia Agus Aris Munandar sebagai kebudayaan awal di kawasan Nusantara (6000 SM-1 M).

“Sumber paling awal dari seni beladiri di masa prasejarah berkaitan dengan kebutuhan untuk hidup, saat mereka butuh

kemahiran berburu untuk mencari makanan yang tersedia dari alam, untuk mendapatkan hewan buruan, mereka harus punya

strategi untuk menjerat, menjebak, dan menaklukkan,” tutur Agus ketika berbicara dalam diskusi bertajuk “Kekayaan Silat

Nusantara: Sejarah, Keragaman dan Posisinya dalam Kebudayaan Nusantara” di Universitas Mercu Buana, 7 April 2018.

Dari kebutuhan untuk bertahan hidup, orang-orang Austronesia lalu meningkatkan keterampilannya untuk membela diri.

Kemahiran beladiri mereka terasah oleh berbagai konflik atau peperangan antarkelompok yang hidup terpisah-pisah, hal itu

diperkuat dengan temuan Batu Gajah dari zaman megalitikum di Pasemah, Sumatera Selatan.

Ratusan Pendekar dari perguruan silat bertuah Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau turun gelanggang di Kota Taluk

Kuantan dalam rangka memberikan hiburan kepada masyarakat pada perayaan Idul Fitri 1437 H.

"Pendekar berkumpul, menyuguhkan berbagai atraksi menarik dihadapan masyarakat," kata salah satu Pendekar bertuah Ongah Reflizar di Teluk Kuantan.

Ia mengatakan, guru besar silat bertuah Pendekar Malin, M Yunus meminta agar acara hiburan ini terselenggara dengan

optimal sebagai tradisi yang harus dipertahankan setiap tahun.

Pendekar dan ratusan murid padepokan "Silat Bertuah" dengan bersemangat menggelar berbagai macam jurus dan gerakan yang memukau penonton sebagai bentuk hiburan rakyat dan pelestarian seni budaya di daerah tersebut.

"Laman Pendekar malin di Sentajo Raya adalah tertua dan masih lestari," sebutnya.

Guru Besar Pendekar Malin Muhammad Yunus mengatakan, ini adalah taradisi yang tetap dipertahankan sejak ratusan tahun

lalu, seluruh pesilat hadir dan memberikan suguhan yang terbaik kepada masyarakat.

"Seorang yang diberi gelar pendekar setelah memenuhi berbagai persyaratan, namun tetap santun tidak sombong," ulasnya.

Menurutnya, ratusan padepokan yang ada di Kuansing, semua masih bertahan dengan baik, tentunya silsalah kependekaran

bertuah masih terawat dengan baik hingga saat ini dan berharap hingga seterusnya karena itu perlu dukungan semua pihak.

"Ini hiburan dan pelestarian seni budaya yang sudah mengakar," ujarnya.

Sementara itu menurut Asrip (60) salah satu murid silat bertuah dilokasi silat menjelaskan, setiap tahun dirinya pulang

kampung untuk menyaksikan perhelatan silat Pandekar Batuah ini dengan harapan mendapatkan keberkahan dan mendukung pola pelestarian.

"Karena tradisi ini juga dapat menghibur masyarakat dan ajang silatruahim warga dan murid persilatan membuat semua pihak

setuju dipertahankan," ucapnya.

Semua gerakan langkah para pendekar yang sangat indah untuk disaksikan dan iringi alunan calempong yang menambah semarak

suasana membuat masyarakat merasa terhibur dan ingin terus dikembangkan.

"Ini menjadi salah satu asset berharga di Kuantan Singingi," tegasnya.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar