BPJS Ketenagakerjaan gandeng LKS Tripartit pastikan buruh terlindungi

id Bpjs tk

BPJS Ketenagakerjaan gandeng LKS Tripartit pastikan buruh terlindungi

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbarriau Budiono pada acara Dialog sosial peringatan 'May Day' di Riau 2019. (Vera Lusiana)

Pekanbaru (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sumatera Barat Riau dan Kepulauan Riau (Sumbarriau), gandeng Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit setempat guna memastikan seluruh buruh terlindungi jaminan sosial.

"Serikat pekerja adalah kontrol dan motor penggerak, jadi jangan sampai ada buruh yang tidak terlindungi," kata Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbarriau Budiono pada acara Dialog sosial peringatan 'May Day' 2019 di Pekanbaru, Rabu.

Budiono menjelaskan bagi BPJS ketenagakerjaan, momen peringatan may day ini sangat penting karena mengingatkan semua pemangku kepentingan untuk berkewajiban melindungi buruh/pekerja. Apalagi dalam undang-undang sudah diatur semua warga negara wajib mendapat perlindungan.

"Karena ini mengingatkan mungkin masih ada buruh/pekerja yang tidak dilindungi, lewat MayDay semua harus jadi peserta jaminan sosial. Dengan seruan may day bahwa kepatuhan perusahaan akan aturan ini meningkat," tuturnya.

Selain itu, pemerintah daerah dalam hal ini gubernur dan bupati/walikota juga ikut mendorong lewat digelontorkannya berbagai aturan yang berpihak pada perlindungan hak buruh, baik itu lewat Pergub dan Perda, agar pelaksanaannya lebih maksimal dan efektif.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Riau Rasyidin Siregar membenarkan menyangkut perlindungan BPJSKesehatan, Ketenagakerjaan, berdasarkan data masih banyak buruh belum terlindungi.

"Masalahnya banyak buruh tidak miliki identitas diri atau KTP. Makanya bagi yang belum terlindungi, maka diupayakan. Jika jumlahnya ratusan,Adminduk siap datang ke Riau merekam data," ujar Rasydi Siregar.

Berbeda dengan perwakilan serikat buruh, Ketua Federasi serikat buruh Solidaritas Indonesia SW Gultomyang menyatakan dialog "May day" yang perdana diadakan mempertemukan semua unsur terkait, menjadi ajang diakusi yang baik.

Makanya mereka berharap diberi kesempatan untuk berdialog di setiap perusahaan jika ada konflik, sebab efektif menyelesaikan masalah.

"Menurut hemat saya jauh lebih baik penyelesaian lewat dialog dari pada berperkara di pengadilan, hal ini juga yang memotivasi bahwa peringatan may day lewat dialog sosial, dimana semua keluhan yang ditemukan di lapangan bisa tersampaikan dan dipecahkan," imbuh dia.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar