Mobil Listrik Blits Tempuh 3.200 KM Surabaya-Pekanbaru

id mobil listrik, blits tempuh, 3200 km surabaya-pekanbaru

Mobil Listrik Blits Tempuh 3.200 KM Surabaya-Pekanbaru

Istimewa

Pekanbaru,(Antarariau.com) - Tim Blits Explore Indonesia sudah sukses menempuh jarak sejauh 3.200 kilometer dari Kota Surabaya ke Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, menggunakan mobil listrik Blits dan Kasuari hasil karya mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan Budi Luhur.

Kedatangan Tim Blits Explore Indonesia disambut meriah oleh warga di halaman Kantor Gubernur Riau, di Kota Pekanbaru, Minggu. Warga secara bergantian menjajal mobil listrik tersebut dengan antusias.

"Untuk perempuan, mobil listrik ini cukup mudah dikendalikan dan suaranya halus," kata seorang warga Pekanbaru, Fuji.

Pemimpin Tim Blits Explore Indonesia, Agus Mukhlisin, mengatakan perjalanan dari Pulau Jawa ke Sumatera cukup lancar. Meski begitu, mobil listrik yang disiapkan untuk reli dakar tersebut sempat mengalami gangguan di sekitar Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.

"Di Palembang, transmisi mobil sempat bocor dan sempat berhenti dua hari, tapi sekarang sudah bisa ditangani," ujarnya.

Ia mengatakan Tim Blits Explore Indonesia akan mengelilingi Indonesia dan disponsori oleh PT PLN (Persero). Selama perjalanan, tim tidak kesulitan untuk melakukan pengisian baterai. Mobil listrik Blits memiliki daya baterai 85 Kwh, yang bisa menempuh jarak hingga 350 kilometer dengan kecepatan maksimal 140 Km/jam. Sedangkan, mobil Kasuari memiliki daya baterai 35 Kwh yang mampu menempuh jarak 150 kilometer dengan kecepatan maksimal 140 Km/jam.

"Rencananya setelah dari Pekanbaru kita akan lanjut ke Sumatera dan Aceh, kemudian ke Kalimantan. Total jarak tempuh akan mencapai sekitar 16 ribu kilometer keliling Indonesia untuk menguji komponen mesin mobil ini," katanya.

Executive Vice President Konstruksi Regional Sumatera PT PLN (Persero), Adi Lumakso, mengatakan pihaknya akan terus mendukung pengembangan teknologi mobil listrik karena selain menjadi karya anak bangsa, juga teknologi tersebut ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi dan murah perawatannya.

"Dengan dukungan ini diharapkan mobil listrik ini bisa menjadi daya tarik bagi mitra industri agar bisa diproduksi secara massal, sehingga kendaraan ke depan lebih ramah lingkungan," ujarnya.

GM PLN Unit Induk Wilayah Riau-Kepulauan Riau, M. Irwansyah Putra mengatakan PLN akan terus mendukung pengembangan mobil listrik karena teknologi tersebut ramah lingkungan. PLN di Riau sudah menyiapkan infrastruktur pendukung berupa stasiun pengisian listrik umum (SPLU).

Khusus di Kota Pekanbaru, lanjutnya, SPLU sudah dipasang sebanyak 31 unit di antaranya berada di depan Masjid Annur, RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, dan lapangan olahraga Rumbai.

"Untuk infrastruktur SPLU kita sudah siap," ujar Irwansyah.