Xiaomi Mi A1 Berani Usung Ponsel Untuk Pecinta Fotografi

id xiaomi mi, a1 berani, usung ponsel, untuk pecinta fotografi

Jakarta (Antarariau.com) - Kamera ganda menjadi fitur primadona tahun ini. Berbagai brand telah menghadirkan ponsel dengan kamera belakang ganda, tidak hanya pada kelas atas namun juga lini menengah, termasuk vendor asal China, Xiaomi.

Resmi meluncurkan Mi A1 di New Delhi awal September, Xiaomi akhirnya membawa ponsel pintar hasil kerjasama dengan Google tersebut ke Indonesia pada akhir September.

Dinamai Mi A1 adalah kepanjangan dari "Android One" yang merupakan program Google untuk menghadirkan ponsel pintar dengan harga terjangkau di seluruh dunia. Belakangan, Google menggandeng sejumlah vendor untuk menanamkan program tersebut pada sejumlah ponsel mid-end.

Xiaomi Mi A1 hadir dengan harga Rp3,099 juta, tak jauh berbeda dari brand lainnya yang mengusung kamera belakang ganda sekelasnya, seperti Asus Zenfone 4 Max Pro dan Advan A8 yang dibandrol Rp2,999 juta.

Selain kamera ganda dan sistem operasi yang bisa dikatakan "murni" Android, Mi A1 juga memiliki sejumlah fitur dan spesifikasi menarik. Berikut ulasan ANTARA News untuk Xiaomi Mi A1.

Desain

Xiaomi Mi A1 hadir dengan layar 5,5 inci dengan resolusi Full HD 1920x1080 piksel yang dapat diandalkan untuk menikmati konten video maupun bermain game. Perangkat tersebut tampil dengan layar lengkung 2.5D yang telah dilindungi Corning Gorilla Glass.

Memiliki bobot 165 gram dan dimensi 155,4 x 75,8 x 7.3 mm, Mi A1 tampil menarik dengan desain unibodi berbalut metal, serta antena terpisah yang membuat tampilan mulus dan tepian melengkung yang membuatnya lebih nyaman untuk digenggam. Apalagi, warna rose gold, yang kebagian dipakai ANTARA News, menambah kesan mewah.

Pada bagian depan, Xiaomi menempatkan LED notifikasi dan kamera 5MP di bagian atas, sementara tiga tombol navigasi dengan modul yang tidak dapat ditekan diletakkan di bagian bawah.

Xiaomi menaruh pemindai sidik jari di bagian belakang bagian tengah. Hal ini memudahkan saat membua kunci layar dengan jari telunjuk saat menggenggam ponsel. Sensor tersebut jua memiliki sensitivitas yang cukup baik.

Mi A1 mampu menyimpan sidik jari lebih dari satu, sehingga tidak menjadi masalah ketika ponsel diambil dengan genggaman tangan kiri atau pun kanan.

Tampilan bagian belakang relatif simpel. Dua kemera yang terbingkai dalam satu kaca berdinding logam ditempatkan pada bagian kiri atas lengkap dengan dual LED flash disampingnya. Sementara itu, tulisan "MI" berada di seperempat bagian bawah ponsel dengan tulisan "Android One" dengan font yang lebih kecil terletak di bawahnya.

Di bagian samping kanan terdapat tombol volume dan tombol kunci, sedangkan disamping kiri terdapat dual slot yang mendukung dua slot SIM card atau satu slot dapat digunakan untuk memperluas ruang penyimpanan dengan MicroSD hingga 128GB.

Berbeda dari ponsel Android kebanyakan, Xiaomi menempatkan port audio jack 3.5mm di bagian bawah, bersamaan dengan port USB Tipe-C untuk mengisi daya serta memindahkan data, serta speaker. Desain ini mengingatkan pada iPhone 6.

(Kamera belakang ganda pada Xiaomi Mi A1)

Software

Xiaomi Mi A1 adalah ponsel Android One pertama buatan Xiaomi, dengan software experience yang dirancang oleh Google, menawarkan ponsel yang praktis dan mudah serta dapat terus diperbarui dengan dukungan OS upgrade.

Dimotoroi oleh Google dengan label Android One, Mi A1 telah menjalankan Nougat, dan dijanjikan akan mencicipi Oreo pada tahun ini, serta akan menjadi salah satu dari perangkat pertama yang akan mendapatkan Android P.

Sebagai ponsel Android One, Mi A1 hadir dengan layanan Google built-in yang paling populer, seperti kapasitas penyimpanan tanpa batas berkualitas tinggi dari Google Photos.

Meski demikian, Mi A1 tetap dibekali dengan aplikasi bawaan milik Xiaomi seperti Mi Remote dan Mi Community.

User interface terbilang simpel tanpa banyak variasi yang biasanya justru hanya membebankan kinerja RAM. Perpindahan screen pun terasa cepat. Ada pula kemampuan multi-tasking yang memungkinkan untuk menjalankan dua aplikasi secara bersamaan.

Hardware

Xiaomi Mi A1 dipersenjatai prosesor Qualcomm Snapdragon 625. SoC (System on a Chip) SoC terbilang menarik, karena Qualcomm memproduksinya di fabrikasi 14 nm LPP, pertama untuk SoC kelas menengah mereka.

Snapdragon 625 merupakan SoC dengan prosesor octa core, dengan delapan core Cortex A53. GPU yang digunakan oleh Qualcomm untuk SoC Snapdragon 625 ini adalah Adreno 506 yang mendukung resolusi layar Full HD.

Selain chipset yang mumpuni di kelasnya, Mi A1 juga dibekali RAM 4GB dan ruang memori internal 64GB yang dapat diperluas lagi dengan kartu MicroSD hingga 128GB.

Berdasarkan benchmark tes Antutu Benchmark, performa Mi A1 diberi nilai 63376. Sementara itu, PCMark for Android memberi skor 4892 yang dapat dibandingkan degan Motorola Moto G5 Plus atau pun Coolpad Cool1.

Dengan baterai 3.080 mAh, Mi A1 mampu menyediakan energi yang cukup untuk bekerja seharian. Chipset Snapdragon 625 yang mendukung Quick Charge 3.0 tentunya juga menjadi nilai tambah yang menarik.

Terlebih, Mi A1 telah menggunakan USB Tipe-C yang membuat pengisian baterai dapat dilakukan relatif lebih singkat, sehingga mampu mempercepat proses pengisian daya baterai.

Dalam hal kinerja baterai, hasi pengujian PCMark for Android menunjukkan bahwa Mi A1 dapat berjalan selama 8 jam 32 menit yang dapat disandingkan dengan Asus Zenfone 3.

Kamera

Xiaomi Mi A1 menggabungkan konfigurasi kamera ganda yang serupa dengan Mi 6, perangkat unggulan terbaru Xiaomi, dengan lensa wide angle (bersudut lebar) dan lensa telephoto (lensa tele) yang bisa menghasilkan foto layaknya kamera profesional.

Kedua lensa yang masing-masing 12MP tersebut memungkinkan Mi A1 untuk memperhitungkan latar depan (foreground) dan latar belakang (background) dari objek, guna menciptakan efek depth-of-field atau yang akrab dikenal dengan istilah bokeh yang biasanya hanya dapat dihasilkan oleh kamera DSLR.

Untuk menggunakan fitur kamera ganda yang ada pada Mi A1, hanya perlu mengaktifkan pilihan kamera ganda dengan simbol menyerupai manusia di bagian atas saat membuka aplikasi kamera.

Untuk mendapatkan hasil terbaik, disarankan untuk memberi jarak objek pertama dengan objek latar sejauh 2 meter. Saat ANTARA News menjajal fitur tersebut, hasil tangkapan gambar sudah menyerupai kamera SLR.

Tidak masalah untuk mengambil gambar di dalam atau pun di luar ruangan, baik siang maupun malam hari, namun pencahayaan menjadi hal yang krusial.

Saat pengambilan gambar dalam situasi minim cahaya, hasil kamera ganda kurang maksimal. Demikian pula saat objek bergerak sedikit saja, fokus akan beralih dan hasil gambar pun agak sedikit goyang.

Meski demikian, software yang digunakan pada fitur kamera belakang Mi A1 terbilang ringan, sehingga dapat mengambil gambar berulang secara cepat, tanpa harus menunggu pemrosesan hasil foto seperti yang terjadi pada sejumlah kompetitornya.

Sayangnya, software tersebut tidak memungkinkan untuk mengatur ulang efek bokeh secara manual, baik saat hendak mengambil foto atau pun saat hasil foto sudah ada di galeri. Ini terbilang penting, terlebih beberapa kompetitornya menghadirkan kemampuan tersebut.

Terlepas dari fitur kamera ganda, kamera belakang yang dimiliki Mi A1 memiliki kualitas yang patut diacungi jempol yang menghasilkan foto dengan tingkat kejernihan dan ketajaman warna yang bisa dikatakan baik.

Mi A1 juga memiliki fitur 2x optical zoom yang membuat subjek foto di kejauhan tetap terlihat jelas, serta fitur 10x digital zoom yang juga didukung perangkat ini.

Selain itu, mode Beautify terbaru yang membuat selfie terlihat lebih natural, kini dapat digunakan baik di kamera depan 5MP maupun kamera belakang.

Kesimpulan

Dibandrol dengan harga Rp3,099 juta, Xiaomi Mi A1 menawarkan ponsel kamera ganda di segmen menengah dengan kualitas layaknya kelas premium, bahkan mampu menghadirkan pengalaman ala fotografer profesional dari genggaman tangan.

Tidak hanya kamera ganda, dengan chipset mumpuni serta RAM dan ruang penyimpanan yang lega, performa yang dihadirkan Xiaomi Mi A1 mampu mengakomodir aktifitas fotografi, sekaligus bersaing dengan ponsel-ponsel di kelasnya.

Pewarta :
Editor: Antara
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar