Pemkab Bengkalis Apresiasi Program DMDI Malaysia Bantu Mualaf

id pemkab bengkalis, apresiasi program, dmdi malaysia, bantu mualaf

Bengkalis (Antarariau.com) - Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau memberikan apresiasi kepada Malaysia melalui Program Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), yang akan mengembangkan ekonomi pertanian terhadap para mualaf di Desa Jangkang Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.

"Kita memberikan apresiasi atas rencana program ekonomi pertanian di sekitar bangunan saudara baru (mualaf) Desa Jangkang yang disampaikan oleh Senator Tan Sri H. Muhammad Ali Bin Muhammad Rustam presiden Dunia Melayu Dunia Islam," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis, Arianto dalam keterangannya di Bengkalis, Senin.

Dia mengatakan, pemerintah Bengkalis sudah lama mendambakan adanya kerjasama perdagangan ini, dan itu sudah dimulai dulunya dengan adanya perdagangan perbatasan.

"Kita berharap apa yang direncanakan DMDI untuk mengembangkan perekonomian di desa Jangkang bisa diwujudkan," katanya.

Sementara itu, presiden Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Malaysia, Senator Tan Sri H. Muhammad Ali Bin Muhammad Rustam merencanakan ekonomi pertanian di kawasan rumah "Saudara Baru" atau Mualaf yang berlokasi di Desa Jangkang, Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis.

Mereka merencanakan akan menanam pisang dan kelapa pandan di lahan perkarangan pembangunan saudara baru yang berlokasi di Desa Jangkang Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis.

"Kita sudah membicarakannya dengan pak Sekda Bengkalis, bahwa kita boleh mengadakan program ekonomi pertanian di kawasan rumah mualaf untuk meningkatkan pendapatan saudara baru kita, dan kita akan membuat kelompok pengelola bersama DMDI dari Melaka," kata presiden Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), Senator Tan Sri H. Muhammad Ali Bin Muhammad Rustam.

Dilanjutkannya, saat ini di Malaysia sedang tenarnya dengan minuman air kelapa pandan (Kelapa Muda), dan sekarang menurutnya di Malaysia tidak cukup buah kelapa karena ramainya wisatawan di daerah itu.

"Ada 16 juta dalam setahun pelancong nak minum air kelapa ini, kita rencanakan untuk menanam kelapa pandan atau kelapa mantap dan pisang tanduk yang boleh dibuat keripik atau digoreng yang bisa bertahan 1 sampai 2 tahun, dan untuk permulaan kita akan tanam di desa Jangkang dulu, dan jika nantinya ada lahan lagi kita akan luaskan," katanya.

(ADV)