Perayaan Imlek, Perang Air di Selatpanjang Diikuti Sekitar 8.000 Orang

id perayaan imlek, perang air, di selatpanjang, diikuti sekitar, 8000 orang

Perayaan Imlek, Perang Air di Selatpanjang Diikuti Sekitar 8.000 Orang

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Ciancui atau Pesta Air atau juga Perang Air warnai hari pertama dalam rangka perayaan Hari Raya Imlek 2568 Tahun 2017 di Wilayah Kota Selatpanjang Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.

"Jumlah masyarakat yang ikut dalam kegiatan tersebut berjumlah 8.000 orang. Pengamanan dilakukan oleh Personil Polres Kepulauan Meranti yang berjumlah 70 Personil," kata Kepala Budang Humas Kepolisian Daerah Riau, Kombes Pol Guntur Arya Tejo di Pekanbaru, Sabtu.

Perang air tersebut dimulai sekitar 16.00 WIB dan berakhir Pukul 18.00 WIB. Peserta perang air melewati rute Jalan Kartini, Jl. Imam Binjol, Jl. Ahmad Yani, Jl. Tebing Tinggi, dan Jl. Diponegoro di Selat Panjang.

Warga berkonvoi sambil perang air menggunakan becak motor khas Meranti 300 unit, R-2 50 unit, dan R-4 unit serta ada juga menggunakan Kendaraan Kaisar roda tiga lima unit.

Kegiatan tersebut di dunia ini hanya ada di Selatpanjang, Meranti dan menjadi kalender patiwisata pemerintah setempat. Peserta yang ikut diketahui tidak hanya penduduk lokal ataupun Indonesia saja, tapu juga dari negara lain Etnis Tionghoa.

"Kegiatan berakhir sekira pukul 18.00 WIB situasi aman dan terkendali dan arus lalu lintas kembali lancar di Kota Selat Panjang," lanjut Guntur.

Sebelumnya pada pagi hari telah berlangsung Kegiatan sembahyang di beberapa Klenteng di Selatpanjang. Diantaranya Klengteng Catur Maharaja Sakti, Klengteng Wira Sakti, Klengteng Vihara Berkat, Klenteng Dwi Kwan in, Klenteng Raja Sakti, Klenteng Dwi Sakti, Klenteng Mega Sakti, Klenteng Dharma Jaya, Klenteng Setia Sakti, Klenteng Tri Sakti, Klenteng Dewi Trieni, Kelenteng Tunggal Sakti, dan Kelenteng Dharma Jaya.

Khusus untuk Klenteng Sejahtera dan Klenteng Panca Sakti dijaga okeh empat orang personil polisi."Dalam pelaksanaannya situasi aman dan terkendali," demikian Guntur.***4***