Pekanbaru (Antarariau.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mempunyai keinginan yang kuat, supaya potensi pariwisata setempat bisa menjadi sumber pendapatan bagi warga tempatan.
"Kita saat ini, sedang mengembangkan kepariwisataan di daerah. Tujuannya, agar peningkatan potensi ekonomi bagi warga lokal", papar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi di Pekanbaru, Jumat.
Menurutnya, provinsi tersebut memiliki banyak potensi wisata terutama alam dan budaya, namun belum digarap secara maksimal oleh pemangku kepentingan dan masyarakat lokal.
Seperti gulungan ombak Bono di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan setiap bulan, lalu Istana Siak Sri Indrapura merupakan peninggalan Kesultanan Siak terbesar di provinsi ini pada abad 16-20 dan lain sebagainya.
Meski pembangunan destinasi wisata kabupaten/kota di Riau itu telah dijabarkan, tapi baru bisa diwujudkan dalam pembangunan yang tidak selesai dalam satu tahun.
"Setidaknya itu, telah kita mulai dengan tag line Riau The Homeland of Melayu pada tahun lalu. Dan kita pilih pariwisata berbasis budaya," katanya.
Ahmad juga mengatakan, sektor minyak dan gas bumi dalam dua tahun terakhir telah menurun penerimaan yang didapat terutama dari dana bagi hasil akibat pengaruh anjloknya harga minyak.
"Saat ini, pariwisata menjadi sektor baru bagi daerah ini untuk memperoleh pendapatan", tegas dia.
Seperti diketahui, sektor pariwisata menjadi prioritas program pembangunan nasional Presiden Joko Widodo dewasa ini, termasuk dalam rapat koordinasi terakhir bersama kepala daerah se-Indonesia.
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, hasil kesepakatan antara pemerintah dan Tiongkok, akan ada 10 juta wisatawan asing dari negara tersebut masuk ke Indonesia.
"Saat ini baru di Manado, Sulawesi utara, dengan jumlah wisatawan dari Tiongkok sekitar 600 per hari. Biro perjalanan di Manado telah menargetkan 1.000 orang wisatawan asing per hari untuk datang ke Manado," katanya.
"Kita (Provinsi Riau) tidak usah banyak-banyak, 100 ribu per tahun sudah cukup. Di 2015 angka kita sudah 54 ribu. Jika kita dorong terus dengan semangat kebersamaan, Insya Allah 100 ribu wisatawan asing per tahun akan kita capai," ucap Arsyadjuliandi.