Polres pekanbaru Bekuk Komplotan Begal Lintas Kota

id polres pekanbaru, bekuk komplotan, begal lintas kota

Polres pekanbaru Bekuk Komplotan Begal Lintas Kota

Pekanbaru (Antarariau.com) - Jajaran Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Provinsi Riau berhasil membongkar sindikat pencurian dengan kekerasan alias begal bersenjata tajam yang kerap beraksi di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Siak.

"Dari tangan para tersangka berhasil diamankan 18 unit sepeda motor hasil kejahatan. 13 motor diamankan di wilayah hukum Siak dan 5 motor di Pekanbaru," kata Kapolsek Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Kompol Indra Rusdi kepada Antara di Pekanbaru, Selasa pagi.

Indra menuturkan untuk sementara polisi mengamankan empat orang tersangka masing-masing HK alias Bonar (46), No alias Novri (37), AR alias Andre (17) dan AG (23).

Dari empat tersangka yang diamankan Jumat (23/9) akhir pekan lalu itu, AR cukup menarik perhatian, karena statusnya sebagai pelajar di salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Pekanbaru.

Empat tersangka tersebut selama ini dikenal sebagai komplotan begal sadis yang selalu menggunakan senjata tajam jenis pedang dan badik serta kayu besar. Area operasi para tersangka yang merupakan target kepolisian itu adalah wilayah Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru dan jalan lintas Siak-Pekanbaru.

Umumnya para tersangka selalu beraksi secara bersama-sama dan menargetkan korban yang mengendarai motor sendirian pada malam atau dinihari. Para tersangka dikenal tidak sungkan untuk menganiaya korban hingga babak belur. Bahkan, beberapa korban mengaku harus memperoleh jahitan pada bagian kepala.

"Sedikitnya ada 5 korban yang melapor ke Polsek Tenayan Raya sepanjang September 2016 ini," urai Indra.

Berawal dari laporan-laporan yang masuk itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan pemetaan di lapangan. Hasilnya identitas dan ciri-ciri para tersangka berhasil dilacak penyidik.

Buser yang telah berada di lapangan berhasil menangkap satu persatu tersangka di Jalan Kulim pada Jumat dinihari pukul 03.00 WIB. Polisi terus berusaha mengembangkan kasus ini karena sebagian besar motor hasil curian telah dijual para tersangka.