Ekonomi Lesu, Orang Miskin Bertambah, Riau Bulatkan Tekad Kembangkan Pariwisata

id ekonomi lesu, orang miskin, bertambah riau, bulatkan tekad, kembangkan pariwisata

Ekonomi Lesu, Orang Miskin Bertambah, Riau Bulatkan Tekad Kembangkan Pariwisata

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Pemerintah Provinsi Riau berusaha mendongkrak pertumbuhan ekonominya yang sedang lesu dengan fokus mengembangkan ekonomi kreatif dan pariwisata .

"Ekonomi kreatif dan pariwisata diharapkan bisa menolong dan menyeimbangi situasi ekonomi Riau sekarang ini," ujar Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, di Kota Pekanbaru, Kamis.

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Riau tahun 2015 dengan minyak dan gas (migas) turun menjadi 0,22 persen dari tahun sebelumnya tumbuh 2,70 persen, sedangkan tanpa migas turun menjadi 2,01 persen dari tahun sebelumnya 5,92 persen. Kemudian tingkat pengangguran pada tahun 2015 naik menjadi 7,83 persen dari tahun sebelumnya 6,56 persen.

Kondisi ini makin diperparah karena angka penduduk miskin tahun 2014 mencapai 498.280 orang atau 7,99 persen, pada tahun 2015 naik menjadi 562.920 orang atau 8,82 persen. Ia mengatakan Pemprov Riau pada tahun 2016 memproyeksi bisa menekan jumlah penduduk miskin menjadi 6,86 persen, sehingga butuh banyak upaya untuk mewujudkan target tersebut.

"Angka-angka diatas akan diatasi dengan meningkatkan ekonomi kreatif dan pariwisata Provinsi Riau, karena sebelumnya pemerintah belum berani mengembangkan wisata Riau yang terkendala oleh listrik, air bersih, sumber daya manusia dan keenakan melihat wisata daerah lain sehingga potensi wisata sendiri kurang dilirik," ujar Arsyadjuliandi.

Jika sebelumnya pemerintah belum berani dan serius mengembangkan potensi wisata Riau, ia mengatakan kini pihaknya menunjukkan hal yang sebaliknya dengan mulai menjalin kerjasama dengan Pemprov Kepri. Ia mengatakan alasan kerja sama dengan Pemprov Kepri karena daerah itu sudah memiliki aksebilitas yang memadai menuju destinasi wisata.

"Batam adalah pintu ketiga pariwisata setelah Bali dan Jakarta, yang terbukti dengan kunjungan wisata Kepri mencapai dua juta orang lebih pada tahun 2015 dibandingkan dengan Riau yang mencapai 54.437 orang," katanya.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa pemerintah daerah harus melihat potensi wisata yang ada karena ia meyakini ada nilai jual tinggi layaknya provinsi tetangga seperti Kepri, Sumatera Barat dan Aceh. Ia percaya Riau memiliki potensi wisata alam, juga wisata buatan, wisata budaya dan sejarah.

"Kita memiliki Candi Muaro Takus, Ombak Bono, Pulau Rupat dan yang lainnya," ujarnya.

Oleh Nella Marni