Logo Header Antaranews Riau

GALERI FOTO - Komisi V DPRD Riau kunjungan observasi ke Disdik Kepri

Jumat, 8 Maret 2024 10:15 WIB
Image Print
Suasana kunjungan Komisi V DPRD Riau di Kantor Cabang Disdik di Kota Batam, Selasa (5/3). (ANTARA/dok)

Pekanbaru (ANTARA) - Sejumlah anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau melakukan kunjungan observasi ke Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau di Kantor Cabang Disdik Kota Batam, Selasa (5/3) guna menjaring informasi agar bisa disampaikan ke instansi terkait di Bumi Lancang Kuning.

Kunjungan ini dipimpin Ketua Komisi V DPRD Provinsi Riau Robin P Hutagalung didampingi Wakil Ketua Komisi V Karmila Sari dan Sekretaris Komisi V Syamsuraizal serta anggota komisi V lainnya beserta staf dan tenaga ahli.

Sejumlah anggota Komisi V DPRD Riau berfoto bersama dengan Kepala Kantor Cabang Disdik di Kota Batam, Selasa (5/3). (ANTARA/dok)

Rombongan Anggota Komisi V DPRD Riau saat itu diterima langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kota Batam Kasdianto. Kunjungan dilaksanakan dengan bertemakan "Strategi dan inovasi serta pengawasan DPRD dalam memaksimalkan tugas pokok dan fungsi Kantor Cabang Dinas Pendidikan".

Dalam pertemuan itu, Kasdianto menjelaskan Provinsi Kepulauan Riau memiliki fasilitas pendidikan terbesar yang berada di Kota Batam. Hampir 50 persen fasilitas pendidikan di provinsi ini berada di Kota Batam, dengan dominasi siswa terbesar berada pada bidang sekolah menengah kejuruan (SMK).

Robin P Hutagalung. (ANTARA/Diana S)

Dukungan industri yang besar di Pulau Batam. lanjutnya, menjadikan lembaga pendidikan setara SMK menjadi incaran para lulusan SMP sederajat untuk melanjutkan sekolah. Hal ini terbukti membludaknya pendaftar pada SMK negeri setiap tahunnya, bahkan SMK Negeri 5 Batam jumlah siswanya mencapai 4.648 orang.

Kandianto menyebutkan animo yang tinggi masyarakat yang ingin bersekolah di Provinsi Kepri khususnya di Kota Batam disebabkan adanya jaminan kerja dari sejumlah perusahaan besar (DUDI) yang ada di Kota Batam.

Wakil Komisi V DPRD Provinsi Riau Karmila Sari, S.Kom. MM (ANTARA/dok)

Terkait pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Kasdianto menjelaskan, jenjang SMA/SMK dan SLB setiap tahunnya adalah terkait permasalahan daya tampung pada sekolah negeri. Tingginya minat orangtua memasukkan anaknya ke sekolah negeri menimbulkan ketimpangan jumlah siswa sekolah negeri dan swasta.

Sementara Pemprov Kepulauan Riau melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur menerapkan pungutan SPP pada sekolah negeri. Untuk jenjang SMA sebesar Rp135 ribu per bulan bagi tiap siswa dan untuk SMK sebesar Rp275 ribu per bulan per siswa.

Sementara untuk tahun 2024, lanjut Kasdianto, dilakukan sesuai arahan BPK sehingga penetapan uang SPP akan ditinjau ulang sebab bertentangan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam hal kebijakan sekolah gratis. (ADV)

Sejumlah anggota Komisi V DPRD Riau saat berkunjung ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau di Kota Batam. (ANTARA/dok)

Sejumlah anggota Komisi V DPRD Riau saat berkunjung ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau di Kota Batam. (ANTARA/dok)

Sejumlah anggota Komisi V DPRD Riau saat berkunjung ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau di Kota Batam. (ANTARA/dok)

Sejumlah anggota Komisi V DPRD Riau saat berkunjung ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau di Kota Batam. (ANTARA/dok)

Sejumlah anggota Komisi V DPRD Riau saat berkunjung ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau di Kota Batam. (ANTARA/dok)




Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026