Pekanbaru, (antarariau) - Asosiasi Biro Perjalanan Indonesia (ASITA) Riau menyatakan akan menggelar "Riau Tour & Travel Fair (RTTF)" yang direncanakan berlangsung pada pertengahan November 2012 untuk menghidupkan pariwisata di Riau.
"RTTF digelar untuk menghidupkan industri di bidang pariwisata, sejalan dengan misi ASITA Riau sebagai asosiasi yang ikut berperan aktif mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal," ujar Sekretaris ASITA Riau Muhammad Junaidi, di Pekanbaru, Ahad.
Dia mengatakan, melalui RTTF diharapkan mampu mendorong pertumbuhan "inbound", yakni terjadi peningkatan kunjungan wisata ke Riau baik oleh wisatawan lokal dari berbagai provinsi di Indonesia maupun mancanegara.
Sebab dalam acara itu bakal dihadiri berbagai "stakeholder" dalam dan luar negeri, selain perusahaan agen perjalanan, kemudian pihak hotel, badan promosi dan lain sebagainya yang akan memberikan produk spesial.
"Seperti berbagai macam potongan harga dari pihak hotel-hotel yang ada di Pekanbaru, 'discount' pengobatan atau perawatan rumah sakit, penawaran objek wisata, harga tiket pesawat dan lain-lain," ujarnya.
Sebelumnya Ketua Panitia Pelaksana RTTF Aldo Fikri pada Jumat malam lalu mengatakan, terdapat 30 stan yang bakal ditawarkan pada investor, mulai dari standard sampai platinum dengan harga Rp7 juta sampai Rp40 juta.
"Kami sengaja melaksanakan kegiatan RTTF sebagai upaya meningkatkan gairah dunia pariwisata, karena pariwisata di Riau memiliki potensi yang menjanjikan jika di garap maksimal," ujarnya.
Caretaker Ketua PHRI Riau Ondhi Sukmara dalam sambutannya mengatakan, bahwa pariwisata di Riau telah memiliki potensi, namun masih perlu dukungan semua pihak agar bisa mengembangkannya.
"Jangan sampai pengembangan pariwisata di Riau dilaksanakan oleh orang luar, alangkah lebih baik jika dibangun oleh masyarakat Riau sendiri," ujarnya.