Warga Pekanbaru bisa pasang alat KB gratis di 149 klinik, ini syaratnya

id 149 klinik,Kb pekanbaru, kondom, alat kontrasepsi

Warga Pekanbaru bisa pasang alat KB gratis di 149 klinik, ini syaratnya

Kadisdalduk Pekanbaru M Amin. (ANTARA/HO-)

Pekanbaru (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) kini memfasilitasi layanan pemasangan alat kontrasepsi gratis bagi warganya dengan menggandeng 149 klinik setempat.

"Ini upaya Pemko untuk memudahkan dan mendekatkan akseptor dan calon akseptor baru kepada pelayanan," kata Kepala Disdalduk KB Kota PekanbaruMuhammad Amin di Pekanbaru, Rabu.

Dikatakan Amin, Disdalduk kini gencar msngkampanyekan alat kontrasepsi bagi masyarakat karena ingin menekan angka kelahiran.

Masyarakat bisa memilih berbagai jenis alat kontrasepsi yang telah tersedia di sejumlah klinik, sesuai kecocokannya seperti IUD (alat kontrasepsi dalam), implant, metode operasi pria (MOP), dan metode operasi wanita (MOW).

"Alat kontrasepsi ini gratis tidak dipungut biaya," katanya.

Masyarakat cukup datang ke klinik dan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Bagi masyarakat yang menggunakan metode MOP dan MOW akan dirujuk ke rumah sakit yang terdekat.

Menurutnya, saat ini alat kontrasepsi yang paling tinggi digunakan masyarakat Kota Pekanbaru adalah jenis suntik.

"Selain itu ada yang menggunakan metode kondom, implant, dan pil KB," katanya.

Data Disdalduk tahun 2020 mencatat, jumlah peserta KB aktif di Pekanbaru mencapai 169.637 orang. Dengan rincian menggunakan metode IUD sebanyak 14.623 orang, MOW sebanyak 4.480 orang.

Lalu MOP sebanyak 250 orang, kondom sebanyak 4.887 orang, implant sebanyak 10.456 orang, suntikan sebanyak 35.782 orang, dan pil KB sebanyak 29.612 orang.

Baca juga: Dukung kegiatan lima tahunan BKKBN, Pekanbaru data keluarga

Baca juga: Pekanbaru target jaring 29 ribu peserta KB baru


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar