Wow, Meranti bersiap menuju Kampung Kakap Putih berkapasitas 5.000 keramba berproduksi 2.700 ton

id kampung kakap putih, kakap putih, kakap putih meranti, meranti, bupati meranti

Wow, Meranti bersiap menuju Kampung Kakap Putih berkapasitas 5.000 keramba berproduksi 2.700 ton

Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil saat memimpin rakor persiapan Meranti menajdi Kampung Kakap Putih bersama bersama perwakilan KKP RI, Kepala BPBL Batam, Kepala DKP Provinsi Riau, Kadis Perikanan Meranti di ruang rapat melati kantor Bupati, Kamis. (ANTARA/Rahmat Santoso/21)

Budidaya kakap putih merupakan program dari KKP RI, dalam rangka menjadikan Indonesia sebagai negara pengekspor kakap putih kelas dunia. 
Selatpanjang (ANTARA) - Kabupaten Kepulauan Meranti getol mengembangkan wilayahnya menjadi Kampung Kakap Putih dengan kapasitas 5.000 Keramba Jaring Apung (KJA) dengan produksi hingga 2.700 ton per tahun.

"Kita mendukung penuh program Kementerian KKP, dalam upaya meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat nelayan di Meranti," kataBupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil di Selatpanjang, Kamis, saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Meranti menjadi Kampung Kakap Putih di Indonesia, bersama perwakilan KKP,Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, dan DKP Provinsi Riau di ruang rapat melati kantor Bupati.

Program di sektor marikultur ini, lanjut Bupati, sejalan dengan rencananya yang akan mencoba mengalihkan pola Nelayan Tangkap menjadi Nelayan Budidaya yang saat ini dinilai lebih menjanjikan.

Ia mengatakan Kampung Kakap Putih ini nantinya selain dipusat di Desa Bantar, Kecamatan Rangsang Barat juga di Pulau Merbau dan kecamatan lainnya yang memiliki ekosistem serupa sehingga budidaya kakap putih di Kepulauan Meranti dapat dilakukan lebih masif.

"Saya berharap dengan keseriusan dari KKP RI dan DKP Provinsi Riau dalam mensukseskan program ini. Mulai dari penyediaan bibit, pembinaan kelompok nelayan Meranti, hingga segi industri dan pemasarannya," ujarnya.

Sebagai wujud komitmen Pemkab Kepulauan Meranti dalam mendukung program Kampung Kakap Putih tersebut, pada kesempatan itu Bupati Adil langsung meneken ketersediaan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembibitan Kakap Putih yang berada di Desa Gogok Darussalam, Kecamatan Tebingtinggi Barat.

Kepala DKP Provinsi Riau Herman Mahmud mengatakan, ditunjuknya Meranti sebagai Kampung Kakap Putih didasari oleh pemetaan dari pihaknya yang menyatakan daerahnya memiliki sumber pakan alami kakap putih berlimpah.

"Untuk mensukseskan program Kampung Kakap Putih ini, kita akan menggelontorkan dana sebesar Rp2,8 miliar. Saya berharap kepada Dinas Perikanan Meranti untuk tetap menjaga pelestarian pakan alami kakap putih, sehingga budidaya dapat berkelanjutan," ungkapnya.

Baca juga: Meranti targetkan produksi kakap putih 70 ton per tahun

Selain itu juga dalam pemilihan kelompok masyarakat nelayan, Herman meminta harus kelompok yang berkualitas sehingga target yang ingin dicapai dapat terwujud.

Budidaya kakap putih merupakan program dari KKP RI, dalam rangka menjadikan Indonesia sebagai negara pengekspor kakap putih kelas dunia.

Untuk itu, KKP bersama DKP Provinsi Riau secara bertahap akan membangun 5.000 KJA di Meranti dimana tiap keramba terdapat 500 ekor bibit kakap putih yang nantinya akan menghasilkan 2.700 ton per tahun.

Kepala Dinas Perikanan Kepulauan Meranti, Eldy Syahputra menjelaskan, pihak KKP saat ini juga menyerahkan 25 unit KJA, dan ke depan akan menambah bantuan sebanyak 192 KJA lagi.

Turut hadir dalam rakor itu, Perwakilan Direktorat Pembenihan KKP RI Ghani, Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Toha Tusihadi, Kepala DKP Provinsi Riau Herman Mahmud, Asisten III Setdakab Meranti Rosdaner, Kepala Bappeda Meranti Mardiansyah, Kadis Perikanan Meranti Eldi Syaputra, sejumlah pejabat terkait lainnya.

Baca juga: Kabupaten Kepulauan Meranti jadi pusat budi daya kakap putih nasional, begini penjelasannya

Baca juga: Meranti fokus kembangkan sentra budidaya ikan kakap putih