Bima Arya dapat kabar Rizieq Shihab tak bersedia dites swab

id Habib Rizieq dirawat,RS UMMI,Habib Rizieq Shihab,Bima Arya

Bima Arya dapat kabar Rizieq Shihab tak bersedia dites swab

Wali Kota Bogor Bima Arya (ANTARA/HO/Pemkot Bogor)

Bogor (ANTARA) - Wali Kota Bogor Bima Arya yang juga Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bogor mengakumendapat kabar bahwa pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab yang sedang dirawat di RS UMMI Kota Bogor tidak bersedia menjalani tes swab.

Bima Arya mengatakan hal itu di Kota Bogor, Jumat malam, ketika diminta tanggapannya perihal usulan agar Habib Rizieq Shihab menjalani tes swab untuk memastikan posisinya apakah negatif atau positif COVID-19.

"Saya mendapat laporan dari Tim Dinas Kesehatan yang tadi sore datang ke RS UMMI, untuk membicarakan soal tes swab kepada Habib Rizieq," katanya.

Menurut Bima, laporan dari Tim Dinas Kesehatan Kota Bogor menyebutkan keluarga Habib Rizieq Shihab tidak bersedia jika Habib Rizieq menjalani tes swab, tapi tidak ada alasannya.

Habib Rizieq saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit UMMI, di Jalan Empang II, Kota Bogor.

Rumah Sakit UMMI itu ada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yakni di Kota Bogor.

"Kota Bogor itu wilayah tugas saya.Karena itu, saya akan mendatangi rumah sakit untuk meminta klarifikasi, mengapa menolak," kata Kepala Satgas Penanangan COVID-19 Kota Bogor ini.

Pemerintah Kota Bogor menyarankan kepada Habib Rizieq untuk menjalani tes swab, kata dia, adalah mandat UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Bima menjelaskan, tes swab itu fungsinya untuk memastikan posisi seseorang apakah negatif atau positif COVID-19. Tujuannya, untuk keselamatan orang yang menjalani tes, yakni Habib Rizieq, serta untuk keamanan dan keselamatan semua tenaga kesehatan di rumah sakit yang merawatnya.

Baca juga: Rizieq Shihab diminta terbuka soal kondisi kesehatannya

Baca juga: Bubarkan aksi penolakan kedatangan Rizieq Shihab, Ketua FPI Pekanbaru ditetapkan tersangka


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar