Menjajal traveling naik kapal pesiar Sapphire Princess ke Negeri Jiran Malaysia - Singapura

id kapal pesiar,princess cruises,travel,berita riau antara,travelling ,malaysia,singapura

Menjajal traveling naik kapal pesiar Sapphire Princess ke Negeri Jiran Malaysia - Singapura

Kapal pesiar Sapphire Princess dari Princess Cruises (HO/Princess Cruises)

Jakarta (ANTARA) - Letaknya yang dekat dan durasi penerbangan singkat membuat negeri jiran seperti Malaysia dan Singapura jadi tujuan wisata populer bagi turis Indonesia.

Jika ingin mencoba liburan ke negara tetangga dengan cara berbeda, kapal pesiar dapat menjadi opsi yang menarik untuk dijajal.

ANTARA berkesempatan menjajal Sapphire Princess, kapal pesiar dari perusahaan Princess Cruises, pada pertengahan Januari 2020 untuk mencoba pengalaman berwisata santai menaiki kapal berkapasitas 2.670 penumpang.

Perjalanan berlangsung selama empat hari tiga malam, dimulai dari Singapura, singgah di Malaysia, lalu kembali lagi ke Singapura.

Wisatawan Indonesia yang ingin mencoba perjalanan dengan kapal pesiar tetap harus bertolak dulu ke Singapura karena semua penumpang naik kapal di Marina Bay Cruise Centre, Singapura.

Penumpang akan mendapatkan kartu multifungsi sebelum naik kapal. Kartu bertuliskan nama penumpang itu berfungsi sebagai kunci kamar, akses keluar-masuk kapal di persinggahan, juga saat ingin membayar belanjaan atau menyantap makanan dan minuman yang tidak termasuk dalam layanan gratis.

"Kapal pesiar terkesan kesan mahal, tapi sekarang biayanya terjangkau. Ada pilihan kamar dengan berbagai harga," kata Direktur Princess Cruises Asia Tenggara Farriek Tawfik.

Kapal pesiar Sapphire Princess. (ANTARA/Nanien Yuniar)


Jika Anda termasuk orang yang senang beraktivitas di luar kamar, biaya bisa ditekan dengan memilih kamar tanpa jendela yang harganya paling terjangkau. Ada juga kamar dengan jendela hingga balkon di mana penumpang bisa menikmati hembusan angin laut.

ANTARA mendapat kamar dengan balkon yang dilengkapi kulkas, televisi dengan pilihan film dan serial, kamar mandi dengan shower dan toilet (tanpa bidet), lemari, gantungan baju, meja serta kursi, pengering rambut juga kotak penyimpanan untuk menaruh barang-barang berharga.

Semua kamar dilengkapi dengan Princess Luxury Bed. Tempat tidur pertama dan diklaim satu-satunya dirancang oleh doktor ahli tidur untuk pesiar. Rasanya? Ternyata memang nyaman dan mampu menghilangkan penat.

Kapal pesiar bak hotel terapung di mana penumpang dapat mendapatkan hampir semua fasilitas dalam satu tempat sekaligus. Kapal pesiar berfungsi sebagai hotel, mal, hiburan hingga moda transportasi.

Ketika baru menjejakkan kaki ke dalam kapal, sebaiknya Anda menyusuri sudut demi sudut untuk mengetahui di mana letak restoran, gym, kolam renang, jacuzzi, bar, hingga teater.

Fasilitas

Penumpang bisa menyantap variasi hidangan di Horizon Court, prasmanan berisi salad, buah-buahan, sandwich, sereal, kue, pizza, pasta hingga nasi goreng. Es krim, pizza, hamburger juga tersedia di dekat kolam renang. Di Sapphire Princess, penumpang juga bisa menikmati santapan khas Italia seperti pizza di Alfredo's Pizzeria.

Anda bisa menikmati makan malam di restoran elegan di restoran Italia Sabatini's atau Sterling Steakhouse. Bacalah panduan dan keterangan yang tersedia, sebab ada restoran yang mengharuskan pengunjung untuk berpakaian rapi.

Ragam roti seperti croissant tersedia 24 jam di International Cafe. Ada kursi-kursi empuk yang bisa diduduki sambil mengunyah croissant sambil mendengarkan permainan musik di panggung kecil di sana. Sebagian besar restoran tak memungut biaya karena sudah termasuk dalam layanan untuk penumpang.

Malas beranjak dari kamar? Ada room service 24 jam. Cukup pesan makanan dan minuman yang diinginkan dan tunggu ketukan di pintu sebelum menikmatinya sambil menonton televisi atau duduk di balkon menghadap laut.

Berada di tengah laut artinya mengucapkan selamat tinggal pada sinyal di telepon genggam Anda. Tapi tak perlu khawatir, ada paket telepon dan WiFi yang bisa dibeli di atas kapal.

Namun, ini bisa jadi kesempatan untuk "detoks" dari media sosial dan Internet. Jalani hari-hari tanpa sibuk melihat kehidupan orang lain di linimasa media sosial dengan berinteraksi bersama teman seperjalanan.

Lagipula ada segudang kegiatan yang bisa dilakukan di kapal pesiar. Cek daftar kegiatan harian di situs yang bisa diakses oleh semua penumpang, atau pada selebaran yang dibagikan di setiap kamar setiap hari.

Pilih yang Anda suka, mulai dari zumba, nonton film di bawah langit berbintang, atau disko tengah malam dengan lagu-lagu yang asyik untuk bergoyang.

Atau manfaatkan fasilitas gratis yang tersedia. Ingin berolahraga? Anda bisa berenang atau membakar kalori di pusat kebugaran. Spa dan sauna pun tersedia dengan tambahan biaya.

Hiburan

Hiburan seperti musik dan macam-macam atraksi dapat disaksikan di Piazza, sementara pentas musikal ala Broadway bisa dinikmati di Princess Theater, menampilkan tarian dan nyanyian yang dibuat khusus untuk pertunjukan di kapal pesiar itu.

Atau, mampir ke kasino ala Vegas untuk mencoba peruntungan dan belanja barang-barang bermerek --kosmetik, parfum, kamera, pakaian-- dengan harga lebih murah karena bebas pajak.

Meski kapal pesiar identik dengan penumpang paruh baya, banyak juga keluarga muda yang ikut berlayar. Fasilitas untuk anak-anak pun tersedia, seperti kolam renang anak, lapangan olahraga bahkan penitipan anak.

Sebelum kapal singgah di Pelabuhan Klang, Malaysia, penumpang bisa memilih salah satu dari tur yang tersedia sesuai keinginan, entah itu tur jalan kaki, tur keliling kota, tur sejarah atau jalan-jalan secara independen. Bila memilih yang terakhir, pastikan kembali ke pelabuhan sebelum kapal kembali berlayar.

Termasuk "kaum rebahan"? Anda boleh saja memilih untuk tetap berada di kapal dan menikmati fasilitas di kapal yang relatif lebih kosong karena sebagian orang sedang jalan-jalan di Malaysia. Tertarik mencobanya?



Baca juga: Wisata heritage Kota Malang akan padukan unsur Malioboro dan Braga

Baca juga: Perusahaan travel PT Marawa Coporate jamin wisatawan China ke Sumbar tidak bawa virus corona


Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar