3.375 warga Riau terjangkit DBD selama tahun 2019

id Dbd,dbd riau

3.375 warga Riau terjangkit DBD selama tahun 2019

Seorang anak yang terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD) mendapat perawatan intensif tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai di Kota Dumai, Riau, Rabu (27/11/2019). (ANTARA/Aswaddy Hamid)

Pekanbaru (ANTARA) - Data Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat sebanyak 3.375 orang telah terjangkit demam berdarah dengue (DBD) selama tahun 2019 di wilayahnya, naik tajam dibandingkan tahun 2018 yang hanya 925 kasus.

"Tercatat 50,7 angka kesakitan (IR) per 100 ribu penduduk pada tahun 2019," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir di Pekanbaru, Kamis.

Mimi Yuliani Nazir menjelaskan dari 3.375 kasus DBD tersebut sebanyak 27 nyawa tidak dapat diselamatkan alias meninggal dunia.

Menurut dia, naiknya kasus DBD di Riau antara lain akibat kondisi cuaca musim penghujan menjelang akhir tahun hingga banjir. Itu membuat telur nyamuk yang tersimpan dalam wadah sampah menetas menjadi nyamuk dewasa.

Selain itu juga, warga kurang sadar dalam PHBS (pola hidup bersih dan sehat) dalam menjaga kebersihan lingkungannya.

Dari 12 kabupaten/kota, kasus DBD tertinggi ada di Bengkalis dengan jumlah 947 orang, dengan sembilan orang meninggal dunia.

Selanjutnya diikutiPekanbaru dengan 396 terjangkit DBD empat di antaranya meninggal, dan Dumai dengan 375 kasus DBD dengan tiga meninggal dunia.

"Riau terus menggencarkan PHBS sehingga menekan angka kesakitan (IR) tiap tahunnya, namun itu semua tak akan berhasil tanpa kesadaran masyarakat untuk hidup bersih," imbuhnya.

Karenanya,Mimi mengimbau agar masyarakat proaktif menjaga dan menerapkan PHBS. Adapun ciri DBDyang perlu diwaspadai adalah jika demam mendadak tinggi, sakit kepala parah terutama di dahi. Nyeri di belakang mata yang memburuk dengan gerakan mata, nyeri sekujur tubuh dan nyeri sendi, mual atau muntah. Ruam kemerahan pada kulit serta ruam yang berupa bintik-bintik pendarahan di bawah kulit yang berwarna merah kehitaman.

Berikutnya perdarahan dari hidung, mulut dan gusi atau memar kulit, nyeri parah dan terus menerus pada perut, sering muntah dengan atau tanpa darah. Buang air besar warna hitam, haus berlebihan (mulut kering), pucat, kulit teraba dingin. Gelisah atau mengantuk dan sesak nafas.

Penjelasan tersebut memang sulit bagi orang awam untuk mengetahui secara pasti apakah demam yang dialami disebabkan demam berdarah atau yang lain. Untuk itu pada hari ketiga demam, sangat dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter karena itu merupakan waktu yang tepat dalam menentukan penyebab penyakit.

Baca juga: Tiga pasien DBD di RSUD Dumai meninggal

Baca juga: Penanganan kasus DBD di Riau Dinilai Lemah, ini kritik Legislator


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar