Habibie dijenguk dan didoakan Menristekdikti Mohamad Nasir

id Berita hari ini, berita riau terkini, berita riau antara, Menristekdikti

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir telah menjenguk Presiden ke-3 Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie yang sedang dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

"Saya kemarin sudah membesuk beliau, mudah-mudahan segera diberi kesembuhan," kata Menteri Nasir saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Menristekdikti resmikan lab kultur jaringan

Menteri Nasir melihat BJ Habibie sebagai seorang presiden, menteri riset dan teknologi, dan sosok intelektual yang sukses membangun paradigma riset dan teknologi yang bisa membangun peradaban yang lebih maju untuk Indonesia.

Kontribusi BJ Habibie terhadap kemajuan bangsa Indonesia dinilai sangat bermakna bagi kemaslahatan bangsa. Habibie yang dikenal sebagai bapak teknologi Indonesia juga telah memberikan sumbangsih besar bagi perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi Tanah Air.

Diberitakan, Ketua Tim Dokter Kepresidenan (TDK) Prof dr Azis Rani dalam keterangan resminya menyebutkan BJ Habibie masuk RSPAD sejak 1 September 2019.

BJ Habibie ditangani tim dokter spesialis dengan berbagai bidang keahlian, seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal.

"Dalam perawatan sekarang diperlukan pengobatan yang komprehensif, mencakup berbagai gangguan organ yang terjadi," ujar dr Azis Rani.

Terkait kondisi saat ini, dr Azis Rani mengatakan BJ Habibie masih berada dalam pengawasan ketat dan harus banyak beristirahat.

"Mohon doa dari semua pihak agar beliau segera diberikan kesembuhan dan kesehatan sehingga dapat beraktivitas kembali," kata dr. Azis Rani.

Baca juga: Menristekdikti Resmikan Prodi Vokasi Pulp dan Kertas Universitas Riau

Pewarta : Martha Herlinawati S
Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar