Hujan guyur Siak, Manggala Agni tetap lakukan pemadaman

id Hujan. Karhutla. Siak. Riau.

Tim Manggala Agni melakukan aktivitas pendinginan meskipun diguyur hujan.(istimewa)

Siak, Riau (ANTARA) - Hujan dengan intensitas sedang turun di Kecamatan Siak, Kabupaten Siak kira-kira sejak pukul 09.00 WIB dan masih berlangsung hingga Kamis (15/08) siang ini sehingga diharapkan bisa mengurangi kebakaran lahan dan kabut asap daerah setempat.

Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Kabupaten Siak, Ihsan menyampaikan memang Siak dilanda hujan. Namun kata dia tim tetap melakukan aktivitas pemadaman di sejumlah lokasi meskipun di bawah guyuran hujan.

"Kami tetap, karena lokasi ini walaupun hujan lebat hanya sehari, memamg kebakarannya jauh berkurang. Tetapi jika panas lagi beberapa hari akan hidup lagi," kata Ihsan.

Oleh sebab itu, lanjutnya saat ini tim gabungan tetap laksanakan pemadaman di bawah hujan. Terakhir hujan turun di Siak hanya dalam waktu 1-2 jam pada Senin (12/08) usai beberapa pekan tidak membasahi negeri istana tersebut.

Pagi ini Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mendeteksi masih ada 10 titik panas di Siak. Dan memang diprediksi akan terjadi hujan di sejumlah wilayah di Provinsi Riau pada siang harinya.

Dalam beberapa hari terakhir memang terjadi kebakaran lahan di Siak serta menimbulkan kabut asap. Terakhir kebakaran dan gumpalan asap putih masih tampak mengepul di Pelosok Kampung Rawa Air Putih, salah satu desa yang berada di Kecamatan Siak.

Sudah 10 hari hingga Rabu (14/08) lamanya api menghanguskan sedikit demi sedikit areal perkebunan milik warga itu. Sejumlah personil satuan tugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau dan Siak, Manggala Agni, personil Koramil 03 Siak dan Polres Siak dibantu relawan Masyarakat Peduli Api Kampung Rawang Air Putih melakukan pemadaman.

Kepala BPBD Kabupaten Siak, Syafrizal menjelaskan, pemadaman di lapangan diantaranya ketersediaan sumber air dan jikapun ada jaraknya jauh. Kondisi tersebut diperparah dengan angin kencang dan cuaca ekstrim yang membuat nyala api sulit dipadamkan.

"Alhamdulillah tim gabungan dibantu bom air dari perusahaan serta alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum Tarukim dan Dinas Pertanian untuk membuat kanal air dan embung," jelasnya.
Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar