Rocky Gerung sindir Guru Besar UI di depan ribuan mahasiswa Pekanbaru

id Rocky Gerung, Rhenald Kasali, Jokowi, Prabowo,pilpres 2019,jokowi prabowo,berita hari ini,berita riau terbaru,berita riau terkini,berita riau antara

Rocky Gerung menjadi pembicara Bedah Buku dan Bedah Akal Sehat di Pekanbaru. Kegiatan itu diikuti ribuan mahasiswa. (Antaranews/Anggi Romadhoni)

Pekanbaru (ANTARA) - Akademisi yang kini mengurusi politik,Rocky Gerung, menyindir guru besar Universitas Indonesia Profesor Rhenald Kasali di depan ribuan mahasiwa Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada acara "Bedah Buku dan Bedah Akal Sehat", di GOR Tribuana, Kota Pekanbaru, Rabu.

Ribuan partisipanyang didominasi kalangan mahasiswa hadir dalam kegiatan yang turut dihadiri Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Miftah Sabriitu.

Rocky mengawali orasinya dengan menjelaskan konsep akal sehat yang selama ini kerap melekat pada dirinya. Dia mengatakan akal sehat muncul dari nurani yang dibenturkan dengan ketidakadilan. Akal sehat tidak muncul seketika dengan prestasi akademik.

"Hati dan pikiran itu yang disebut dengan akal sehat," kata Rocky.

Baca juga: Rhenald Kasali: ASN Harus Lebih "Melek" Teknologi

Kemudian, dia mulai menyinggung Profesor Rhenald Kasali yang terlibat argumen panas pada salah satu program "Indonesia Lawyer Club/ILC", yang disiarkan salah satu TV swasta nasional, Selasa malam (26/3). Meski secara eksplisit tidak menyebut nama Rhenald Kasali, namun dia menyebut sosok yang dimaksud adalah profesor Universitas Indonesia, yang tidak lain ada Rhenald sendiri, yang terlibat argumen dengan dirinya.

"Tadi malam ada kerusuhan di ILC, karena ketidakmampuan dari seorang profesor UI yang tidak ngerti konsep dasar dari hoaks," katanya yang disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Dia lalu melanjutkan jika segala sesuatu dikembalikan ke etimologi, maka tidak ada gunanya bicara akademis.

"Beliau profesor manajemen. Manajemen itu kata dasarnya, etimologinya 'manus'. Manus itu artinya tangan. Berbicara manajemen itu berarti berbicara mengurus perusahaan, negara. Artinya menangani," jelasnya.

"Tapi dari istilah yang sama timbul kata manipulasi. Jadi kalau sekedar etimologinya, saya bisa katakan. 'Oh anda lulusan manipulasi'. Kan kacau. Ini contoh kalau kita kehilangan berpikir waras, maka negara ini amburadul jadinya," lanjut Rocky.

Baca juga: AHY: Demokrat siapkan "amunisi" ke Prabowo untuk debat Capres ke-4

Selain itu, Rocky juga mengajak masyarakat Riau untuk berpikir global karena saat ini terdapat sejumlah perusahaan internasional yang berada di wilayah itu. Dia mengatakan masyarakat Riau harus dapat memanfaatkan dan mengolah pikiran demi Indonesia yang bermutu.

Sebelumnya, Rocky terlibat perdebatan dengan Rhenald Kasali dalam program Indonesia Lawyers Club (ILC). Keduanya terlibat adu argumentasi dalam diskusi bertajuk 'Tepatkah Hoax Dibasmi UU Antiterorisme'. Bahkan, Rocky Gerung yang mengaku seorang hanya sarjana namun menjadi pengajar doktor meminta agar Rhenald kembali belajar.

Kegiatan Bedah Buku dan Bedah Akal Sehat berlangsung meriah. Namun, Rocky hanya memiliki waktu kurang dari satu jam menghadiri kegiatan tersebut, yang sempat diisi dengan sesi diskusi itu. Sejumlah polisi tampak berjaga karena di sekitar lokasi penyelenggaraan terjadi kemacetan cukup panjang.

Cuplikan vidio adu argumankeduanya kini "viral" di media sosial.

Baca juga: Jokowi terluka saat kampanye di Dumai

Baca juga: TKD bantah tuduhan mobilisasi massa luar Riau di kampanye Jokowi


Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar